Waspada Tuduhan Rizieq Shihab Berpotensi Memprovokasi Umat


Jakarta – Pernyataan yang dilontarkan Habib Rizieq  Shihab (HRS) yang menyebut bahwa elite parpol pro-Jokowi mengontak para ketua TPS di Arab Saudi guna memuluskan pemenangan Jokowi, merupakan sebuah pernyataan asal tanpa verifikasi. Hal itu justru akan menjadi fitnah belaka dan rawan memprovokasi. Hal tersebut ditegaskan juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily.

“Ingat, Habib Rizieq kan sedang di tanah suci. Tebarkan kesejukan. Kita harus memiliki komitmen bahwa pemilu itu harus kita sambut dengan kedamaian. Jangan selalu memprovokasi umat,” ujar Ace di Jakarta, Selasa (2/4).

HRS sebaiknya tidak langsung menyebarkan informasi yang tidak berdasar. Sebab, hal itu dapat menjadi fitnah. “Jangan gampang menuding,” ujar Ace.

Sebelumnya, HRS menyebut beberapa ketua TPS yang ada di Arab Saudi dihubungi elite parpol pengusung capres Joko Widodo (Jokowi) serta mengiming-imingi sejumlah uang kepada mereka. Habib Rizieq mengatakan para ketua TPS diminta supaya surat suara tercoblos pada nama Jokowi.

“Kalau Habib Rizieq hanya mendapat informasi dari orang lain, apakah sudah dilakukan tabayun (verifikasi) atau belum? Setiap info itu harus dipastikan kebenarannya. Menjelang pencoblosan itu banyak info yang berseliweran yang belum tentu benar,” kata Ace.

Setiap informasi yang diterima hendaknya dipastikan kebenarannya dengan melakukan tabayyun, karena menjelang pencoblosan banyak informasi tak jelas. HRS diimbau untuk segera melaporkan penemuannya kepada pihak yang berwenang. Sehingga akan terbuka secara terang benderang apakah tuduhan itu hanyalah fitnah, atau bukan.

Sementara itu, KJRI Jeddah mengatakan, pernyataan Rizieq Shihab yang menyebut bahwa Menlu Retno LP Marsudi mengimbau staf KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah di Arab Saudi agar memenangkan capres Jokowi, tidak benar adanya.

“KBRI Riyadh jaraknya 1100 km dari Jeddah. Tidak benar Menlu RI datang ke Arab Saudi untuk mengarahkan KBRI dan KJRI menyukseskan pasangan capres-cawapres tertentu. Tuduhan Rizieq Shihab di Kota suci Madinah tersebut, fitnah,” ngkap Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Agus Maftuh Abegebriel  dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/4).

Agus juga mengklarifikasi pernyataan Rizieq Shihab lainnya, yang menuduh dirinya mencabut paspor Imam Besar FPI itu. Dalam video yang beredar, Rizieq juga menuding Dubes RI di Arab Saudi akan mencabut paspor WNI yang mendukung pasangan capres-cawapres tertentu.

“Tuduhan tersebut adalah sangat tidak berdasar dan mengarah pada penyebaran fitnah yang sistimatis terhadap perwakilan RI yang berada di Arab Saudi,” kata dia.

Ketua DPLN PDI Perjuangan Arab Saudi, Sharief Rachmat juga menyebut bahwa pernyataan Rizieq Shihab tidak benar dan tidak berdasar. Hingga saat ini PPLN (Panitia Pemilihan Luar Negeri) KJRI Jeddah belum merilis atau mempublikasikan nomor kontak panitia KSK (kotak suara keliling) di kota-kota kecil Saudi Arabia. Bagaimana bisa menghubungi mereka, diperkenalkan saja belum, apalagi mengetahui nomor kontak mereka.

Sharief mengatakan tidak mungkin pihaknya berbuat sedemikian curang. Ia mengatakan mungkin saja Rizieq khawatir melihat banyaknya dukungan yang diberikan pekerja migran asal Indonesia di Saudi kepada Jokowi.

(rene/mcf)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS