Waspada Lembaga Survei Abal-Abal Bayaran Prabowo-Sandi


Jakarta – Pusat Kajian dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), belum lama ini, mengeluarkan hasil survey terbaru yang menyatakan bahwa hasil elektabilitas paslon nomor urut 01 unggul tipis dari paslon nomor urut 02. Dari hasil tersebut didapatkan bahwa sekitar 46,61 % responden menyukai figur Jokowi untuk menjadi presiden dua periode. Angka tersebut masih di bawah 50 % yang menunjukkan angka rawan bagi incumbent.

Sementara itu dari hasil survey LSI Denny JA menyatakan bahwa elektabilitas kandidat nomor urut 01 masih unggul dibandingkan kandidat nomor urut 02. Pasangan Jokowi – Maruf Amin meraih 54,8 %, sementara Prabowo – Sandiaga 31,0 %. Sedangkan yang masih belum memutuskan, atau rahasia, maupun tidak tahu dan tidak jawab, sebesar 14,2 %.

Berdasarkan rekam jejaknya, keberadaan Pusat Kajian dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), sering bermasalah dalam menyajikan data hasil survey. Pada tahun 2009, hasil surveynya sering meleset dan sempat dipertanyakan terkait metodologi, validitas sampel dan sebaran demografi yang tidak dijelaskan secara detail ke publik. Pada tahun 2012, ia pernah menyatakan bahwa Fauzi Bowo-Nara akan mengalahkan Jokowi, namun hasilnya ternyata Jokowi menang telak.

Pada tahun 2013, Direktur Puskaptis Husin Yazid pernah diamankan pihak kepolisian karena menyajikan data kontroversial dengan merilis quick count di Sumatera Selatan yang menyebut pasangan cagub-cawagub Sarimuda-Nelly Unggul. Pada tahun 2014, Prabowo yang saat itu mengkalim bahwa kubunya menang merujuk pada hasil 3 lembaga survey, termasuk salah satunya Puskaptis.

Suatu lembaga survey seharusnya netral agar mendapatkan hasil yang memang dapat dipertanggungjawabkan sesuai data yang didapatnya di lapangan, bukan memberikan hasil survei ‘abal-abal’ yang memihak.

Keberadaan Puskpatis selama beberapa tahun terakhir cenderung mengarah pada pihak oposisi, dimana saat ini kemungkinan besar akan condong ke arah kubu Paslon 02. Hal ini harus menjadi kajian bersama bahwa pada dasarnya lembaga survey harus bersikap independent, tidak memihak ataupun berafiliasi dengan paslon. (anmcf)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS