Warga Sudah Tidak Nyaman, Anies Akhirnya Dilaporkan Ke Polisi


Jakarta – Kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Basweden terkait penataan kawasan Tanah Abang ternyata berbuntut panjang.

Ketidaknyaman yang dirasakan warga karena dipandang sangat merugikan dan bertentangan dengan aturan yang berlaku, membuat mantan Mendikbud ini dilaporkan ke Direktorat Kriminal Khusus oleh Cyber Indonesia dengan nomor: TBL/995/II/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus pada tanggal 22 Februari 2018.

Pelapor menilai keputusan mantan Mendikbud itu dinilai mengakibatkan terganggunya fungsi jalan dan bertentangan dengan Pasal 12 Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dengan ancaman pidana 18 bulan atau denda Rp 1,5 miliar.

Pelaporan tersebut merupakan bentuk protes atas ketidaknyamanan masyarakat atas kebijakan di Tanah Abang yang dipandang sangat merugikan dan bertentangan dengan aturan yang berlaku.

Sebelumnya PDIP dan pihak-pihak lainnya sudah mengingatkan Pemprov DKI bahwa kebijakan tersebut melanggar sejumlah peraturan daerah dan undang-undang, namun Anies tidak mempedulikan semua masukan dan imbauan yang terkait dengan hal tersebut.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono mengatakan bahwa kebijakan penutupan jalan Jatibaru merupakan kebijakan sepihak, kebijakan one man show, yang seharusnya melibatkan semua stakeholder di Jakarta agar penataan ke depan jauh lebih baik.

Untuk diketahui, Kepolisian melalui Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya sudah pernah mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada Pemprov DKI Jakarta terkait kebijakan tersebut, namun tidak ditindak lanjuti oleh Anies.

Malah PKL di seluruh wilayah DKI Jakarta sudah tidak takut lagi pada razia dan bebas berjualan di Trotoar sebagai imbas dari kebijakan Anies di Tanah Abang.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS