Warga Babel Tolak Kehadirannya, Ratna Sarumpaet Seenak Jidat Tuding Intelijen


JAKARTA – Tokoh provokatif Ratna Sarumpaet menyebar fitnah jika penolakan sekelompok massa terhadap dirinya dan Ricky Gerung di Kepulauan Bangka Belitung sebagai aksi rekayasa politik yang didalangi intelijen. Menurut dia, rekayasa itu berdasarkan spanduk penolakan yang disebar di setiap sudut kota.

“Ini aksi penolakan politik yang direkayasa oleh pihak intelijen. Direkayasa, disutradarai. Masa spanduk penolakan bisa banyak begitu di setiap sudut kota?” kata Ratna, Sabtu (25/8).

Ratna kemudian menyebut, pihak penyelenggara acara diskusi sudah berusaha memindahkan lokasi acara tersebut ke beberapa tempat. Namun, diakui Ratna bahwa hal itu pun juga masih dihalang-halangi oleh pihak aparat setempat.

“Semua resto yang di-booking panitia digagal-gagalkan. Ini rekayasa, karena enggak ada rakyat menolak. Bahasa-bahasa yang mereka pakai itu bahasa intelijen,” ujarnya.

Ia juga mengklaim, upayanya menemui sejumlah kelompok masyarakat nelayan di sana pun juga terus dibuntuti oleh beberapa mobil aparat. Sehingga, sejumlah upaya komunikasinya dengan para nelayan itu pun gagal dilakukan akibat dihalang-halangi.

Tudingan Ratna bersama kelompok 2019 Ganti Presiden terhadap intelijen sangat tidak masuk akal dan bombastis. Sebab, penolakan terjadi karena masyarakat setempat memang tidak menyukai provokator dan pengacau ada di wilayah mereka. Ratna Sarumpaet sudah memfitnah intelijen tanpa bukti, yang menolak masyarakat tetapi yang disalahkan Pemerintah.

Selama ini Ratna Sarumpaet dan kelompok 2019 Ganti Presiden tidak memberi kontribusi untuk negara. Rakyat sudah sangat bosan mendengar segala ocehannya. “Deklarasi” yang diganti namanya menjadi “Diskusi” Untuk membohongi masyarakat sementara ujung-ujungnya akan melakukan deklarasi juga.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS