Wanprestasi Saham Rp52 Miliar, Prabowo Digugat


Jakarta – Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto digugat karena wanprestasi hingga belum melunasi pembayaran jual beli saham senilai Rp 52 Miliar.

Djohan Teguh Sugianto mengajukan gugatan wanprestasi ke PN Jaksel terhadap Prabowo karena belum melunasi pembayaran jual beli saham senilai Rp 52 M.

Menurut kuasa hukum Djohan, Fajar Marpaung bahwa perjanjian jual beli saham terjadi pada 2011 dimana Djohan yang berstatus sebagai pemegang saham di Nusantara International Enterprise (L) Berhad Malaysia, membuat kesepakatan jual beli saham bersyarat dengan Prabowo dengan nilai pembelian saham oleh Prabowo sebesar Rp 140 M.

Prabowo memberikan uang muka Rp 24 M dan berjanji membayar dengan cara angsuran sebesar Rp 2 M per bulan sebanyak 58 kali, namun Prabowo baru melunasi pembayaran Rp 88 M hingga tanggal jatuh tempo pada 31 Juli 2016.

Djohan sudah mengirimkan surat teguran kepada Prabowo untuk melunasi pembayaran tersebut dan telah mengirimkan surat teguran sebanyak 5 kali kepada Prabowo dalam rentang waktu Desember 2016 sampai awal 2018 namun tidak direspon oleh Prabowo.

Akibatnya, Djohan terancam kehilangan asetnya sebab pihak Bank, dalam hal ini BNI, mengirimkan somasi kepada Djohan pada Oktober 2018 meminta pembayaran kekurangan angsuran sebesar Rp 52 M.

Prabowo seharusnya bercermin karena dirinya selalu mengkritik utang negara namun ternyata  banyak berutang bahkan pelunasannya tidak jelas dan merugikan orang lain.

Oleh karena itu, Prabowo bukan pemimpin yang baik karena lari dari tanggung jawabnya dan hanya bisa mengkritik tanpa mengintrospeksi dirinya serta terlibat banyak kasus hukum. (**/MCF)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS