Waduh! Silaturahmi Ulama di Jateng Kok Bawa-bawa Politik


JAKARTA – Video provokatif dan mendiskreditkan pemerintah beredar di media sosial. Video tersebut berisi silaturahmi ulama Jawa Tengah namun membawa pesan politik identitas.

Di dalam video tersebut, terlihat background dengan spanduk bertuliskan Silaturahmi dan Kongres Ulama. Seorang ulama tampak berdiri membacakan pernyataan sikap. Berikut isi video itu:

Silaturahmi ini menyerukan melalui ulama, tokoh dan aktivis menyerukan pada umat Islam, berdasarkan nasihat-nasihat, fatullah ulama dan nasihat ulama MUI nomor 16 tahun 2009, untuk memilih pemimpin dengan kriteria sbb:

1. Memiliki keimanann dan ketakwaan kepada Allah, berkomitmen kepada Islam dan NKRI, tidak terlibat dengan tindak pidana korupsi, terorisme dan narkotika dan tidak sedang berurusan dengan KPK.

2. Tidak menjadikan dari partai-partai yang pernah mendukung penista agama.

3. Ulama dan aktivis Islam merekomendasikan Pilgub Jateng pada 27 Juni 2018, umat Islam menyatukan suara dan memilih calon dari umat Islam yang tidak terlibat korupsi dan memiliki komitmen terhadap moral dan akhlak

4. Menyerukan kepada seluruh umat Islam melalui jalur komando, untuk menyatukan barisan shaft kaum muslimin dalam upaya mengganti kepemimpinan yang tidak becus, yaitu ganti presiden 2019 secara konstitusional.

Pernyataan ulama dalam silaturahmi ulama itu sangat tidak mencerminkan pribadi ulama. Politik seharusnya dibebaskan dari isu-isu agama karena hal tersebut berpotensi memecah belah bangsa.

Dengan pernyataan itu, jelas memiliki nuansa politik untuk mendukung salah satu pihak politik yang merupakan oposisi pemerintah. Oleh sebab itu hendaknya masyarakat bersikap bijak untuk menilai calon pemimpin berdasarkan kiprahnya, komitmennya terhadap bangsa, keperpihakannya terhadap masyarakat, kapabilitasnya dalam memimpin dan memajukan daerah. Tentu saja harus dibebaskan dari provokasi berbau agama agar masuarakat dapat benar-benar memilih pemimpin yang berkualitas dan memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas-tugasnya.

Video tersebut merupakan salah satu upaya untuk mendiskreditkan pemerintah dan partai pengusungnya, dengan mengatakan pemerintah tidak becus. Hal ini sangat bertolak belakang dengan fakta bahwa pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan masyarakat serta perkuatan ekonomi bangsa berlangsung optimal di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo.


Like it? Share with your friends!

0

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS