Wacana sertifikasi layak kawin jadi program pemerintah dalam upaya menekan angka stunting


JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan pemerintah belum membahas soal kewajiban memiliki sertifikat layak kawin untuk pasangan. Atas dasar itu pasangan yang ingin menikah tidak perlu takut. Tanpa sertifikat mereka tetap bisa menikah.

“Iya, lah. Enggak usah takut,” kata Ma’ruf di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat, 15 November 2019.

Mah’ruf menjelaskan, esensi dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang mewacanakan penerbitan sertifikat layak kawin adalah adanya pelatihan bagi calon mempelai. Dengan pelatihan diharapkan semakin siap untuk berumah tangga baik secara mental maupun fisik.

Selain itu, wacana sertifikasi juga menjadi program pemerintah dalam upaya menekan angka stunting pada balita. Melalui kelas bimbingan sertifikasi, calon suami istri akan dibekali pengetahuan seputar kesehatan alat reproduksi. Termasuk penyakit-penyakit berbahaya yang mungkin terjadi pada pasangan suami istri, hingga masalah stunting pada anak.

“Stunting itu, kan, sejak hamil. Itu harus diatasi sejak hamil, maka sosialisasinya harus sebelum hamil,” ujarnya.

Dalam pelatihan ini calon mempelai bakal mendapat pengetahuan tentang membina rumah tangga yang sakinah.

“Sebab rumah tangga itu unit terkecil dari masyarakat, dari negara, dari bangsa. Kalau rumah tangganya berantakan itu pasti bangsa berantakan. Tapi soal sertifikasi belum dibicarakan,” ucap Ma’ruf. (aq/mcf)

You may also like

DON'T MISS