UU Pemilu Tak Melarang Capres Untuk Serang Pribadi Lawan


Jakarta – Dalam aturan perundang-undangan, tak ada larangan peserta pemilu capres atau cawapres menyerang pribadi lawan saat debat berlangsung. Hal tersebut ditegaskan anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar.

Menurut Fritz, Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu tersebut hanya menyebutkan seorang peserta pemilu dilarang melakukan beberapa hal seperti menyebarkan ujaran kebencian atau mengadu domba.

Kesepakatan terkait serangan personal adalah aturan norma dan etika yang disetujui pihak terkait dalam debat capres. Oleh karena tak diatur dalam perundang-undangan, maka tak ada sanksi hukum kepada capres yang menyerang pribadi lawan saat debat.

“Sanksinya apabila ada pelanggaran terhadap tata krama debat, aturan debat yang disepakati bersama, adalah sanksi etika atau pun norma antara TKN dan BPN,” katanya.

BPN 02 yang terlalu mencari kesalahan pihak petahana dengan mempermasalahkan serangan personal dari Jokowi untuk menutupi kelemahan Prabowo yang tampil amburadul tanpa berbasis data saat debat kedua tersebut.

Sebelumnya, saat segmen ketiga debat capres kedua pada Minggu (17/2) malam lalu, Jokowi membuat pernyataan yang menyinggung kepemilikan tanah capres Prabowo Subianto. Jokowi menyebutkan Prabowo memiliki lahan seluas 220 ribu hektare di Kalimantan Timur dan 120 ribu hektare di Aceh.

Untuk diketahui, dalam UU Pemilu Pasal 280 Ayat 1, disebutkan beberapa larangan dalam kampanye yang tak boleh dilakukan peserta pemilu. Pada huruf c, pasal itu menyebutkan pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang menghina seseorang, agama, suku, ras, golongan, calon, dan/atau peserta pemilu yang lain. Selain itu, ada pula larangan menghasut dan mengadu domba perseorangan atau pun masyarakat. (renmcf)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS