TKN: Penanganan HAM 4 Tahun Belakangan Sudah Cukup Baik


Jakarta – Juru Bicara (Jubir) Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Arya Sinulingga menyebutkan penanganan HAM pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK) selama 4 tahun ini sudah cukup baik.

“Justru hak-hak mendasar dari rakyat Indonesia banyak dipenuhi Pak Jokowi. Misalnya akses pendidikan ini hak mendasar rakyat untuk HAM-nya, dengan keluarnya program Kartu Indonesia Pintar (KIP) itu ialah Jokowi untuk mulai semua masyarakat Indonesia punya hak yang sama dalam pendidikan, hak kesehatan. BPJS dan KIS ini kemudian hak atas kehidupan ekonomi. Akses terhadap tanah dengan pemberian sertifikat kepada rakyat,” ujar Arya di Media Center Jokowi-Ma’ruf, Jalan Cemara, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018).

Secara track record Jokowi sama sekali tidak pernah memiliki masa lalu dengan kasus atau pelanggaran HAM, hal ini yang harus digarisbawahi serta dibanggakan.

Presiden Jokowi menyadari masih banyak pekerjaan besar, pekerjaan rumah perihal penegakan HAM yang belum bisa tuntas diselesaikan, termasuk di dalamnya pelanggaran HAM yang terjadi di masa lalu. Dibutuhkan kerja dari semua pihak, kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah dan seluruh komponen masyarakat dan dengan kerja bersama kita berupaya untuk menghadirkan keadilan HAM dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.

Pemerintahan Joko Widodo selama empat tahun terus berkomitmen melakukan pemenuhan terhadap Hak Asasi Manusia yang diwujudkan dengan pemenuhan hak hidup pada program Kota/Kabupaten Peduli HAM yang terus meningkat jumlahnya. Berdasarkan data dari Kantor Staf Presiden, jumlah kabupaten/kota yang peduli HAM untuk memenuhi hak hidup warga meningkat dari 56 kabupaten/kota pada 2014 menjadi 232 kabupaten/kota pada 2017.

Komitmen Pemerintahan Joko Widodo untuk menghadirkan negara kuat dengan melakukan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan tepercaya terus diperkuat, hal ini dimulai dari peningkatan ketaatan Pemerintah terhadap hukum, usaha penguatan legalitas formal, kekuasaan kehakiman yang semakin merdeka, juga akses terhadap keadilan yang semakin terbuka. (9mcf)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS