Timses Caleg Gerindra Tertangkap Pakai Mobil Caleg Edarkan Sabu


Jakarta – Setelah beberapa kader sekaligus caleg Gerindra tertangkap basah mengonsumsi bahkan mengedarkan narkoba jenis sabu, kali ini oknum kader Gerindra tim sukses Caleg tertangkap membawa barang haram tersebut. Parahnya, sabu yang diedarkan oknum timses, menggunakan mobil caleg Gerindra.

AD atau Afriyon Doni alias Kaliang, 41, warga Nagari Surian ditangkap saat menggunakan mobil yang diduga milik salah satu calon legislatif (caleg) asal Kabupaten Solok Selatan pada Senin (7/1) lalu.

“Saat penangkapan di daerah Ladang Padi Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok, tersangka Afriyon Doni sempat mengelak. Namun, setelah barang bukti didapat, tersangka mengakuinya, dan mobil yang dikendarai tersangka tersebut milik salah seorang anggota DPRD Solok Selatan,” ungkap Kapolres Arosuka Solok AKBP Ferry Irawan

Menurut AKBP Ferry Irawan, mobil yang dibranding dengan nama Caleg Gerindra Mario Syahjohan dan Armen Syahjohan asal Solok Selatan itu, diduga kuat digunakan tersangka untuk mengedarkan sabu.

Dari tangan tersangka, diamankan 13 paket kecil shabu dan satu unit mobil jenis Hardtop dengan nopol BA 1007 YB. yang adalah mobil operasional milik Mario Syahjohan.

“Ya, selain 13 paket kecil sabu, angggota juga mengamankan satu unit mobil jenis Hardtop Nopol BA 1007 YB yang diduga milik Caleg asal Solok Selatan,” kata AKBP Ferry Irawan saat menggelar konferensi pers di Mapolres Arosuka, Rabu (23/1).

Atas tindakannya, oknum Partai Gerindra tersebut dapat dijerat dengan Pasal 112, 114 dan 127 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara maksimal seumur hidup dan minimal lima tahun. Pihak kepolisian pun masih terus mendalami kasus yang menyeret caleg Gerindra tersebut.

Terkaitnya nama Mario Syahjohan dalam kasus tersebut, cukup membuat miris. Pasalnya, Mario merupakan Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Solok Selatan, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Solok Selatan dan Anggota DPRD Kabupaten Solok Selatan dari Partai Gerindra.

Melihat berbagai kasus yang menimpa kadernya, Partai Gerindra tak bisa menjaga dan membuktikan komitmen dari pernyataan Prabowo untuk bersih dari segala masalah dan tindakan hukum. Hal ini menjadi satu indikasi inkonsistensi dan ketidakkompakan ditubuh partai Gerindra. [kanmcf]

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS