Tim Tak Percaya Bualan Prabowo Tolak Impor


JAKARTA – Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno, Djoko Santoso menjelaskan pernyataan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto yang berjanji tidak akan impor pangan jika dipercaya menjadi presiden. Djoko menjelaskan, Prabowo tidak berjanji untuk tidak impor karena hal tersebut tidak mudah. Namun, Prabowo ingin berusaha supaya Indonesia bisa swasembada.

“Dia (Prabowo) tidak janji tapi dia tidak semudah itu, kita itu kan mata pencaharian pertanian, perikanan, kita usahakan lah (tidak impor),” katanya di media center Prabowo-Sandi, Jl Sriwijaya I No 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (6/11).

Djoko mencontohkan soal garam. Dia ingin Indonesia bisa gagah memproduksi garam sendiri, karena punya pantai yang unggul nomor dua di dunia.

“Kita garis pantainya nomor dua di dunia, ya kita usahakan garam jangan imporlah, bukan seperti membalik (telapak tangan) diusahakan ya kan,” terangnya.

Sebelumnya, Prabowo mengatakan bila terpilih nanti, di bawah kepimpinannya Indonesia ke depan bakal perkasa di bidang pangan, air dan energi. “Kita tidak akan impor apa apa saudara saudara sekalian. Kita harus dan kita mampu swasembada pangan,” ucap Prabowo di pelataran GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (4/11).

Faisal Basri, ekonom dari Universitas Indonesia, menilai tak mungkin untuk menghentikan seluruh impor komoditas. Pakaian berbahan katun yang sehari-hari dikenakan masyarakat, dia memberi contoh, berasal dari impor. Hal ini karena Indonesia tak bisa memproduksi kapas sendiri.

Karenanya, Faisal meyarankan janji untuk tak impor sebagaimana disampaikan calon presiden nomor 02 itu tak dilanjutkan. Lebih baik, para kandidat di Pilpres 2019 menitikberatkan pada gagasan, bukan sensasi. “Tidak masuk akal. Jangan dilanjutkan-lah,” kata Faisal di Jakarta, Selasa (6/11).

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS