Tegaskan Tolak Caleg Eks Napi, PDIP: Pemimpin Harus Bersih dari Rekam Jejak Pelanggaran Hukum


JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) memutuskan mantan terpidana kasus korupsi dapat diusulkan menjadi calon anggota legislatif (caleg). PDI Perjuangan menghormari putusan MA tersebut. Meski demikian, PDIP menegaskan tidak akan mengusung caleg mantan terpidana korupsi.

“Namun, bagi PDI Perjuangan tetap pada sikapnya, tidak mengusulkan mantan terpidana kasus korupsi menjadi caleg,” Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta.

Pada sisi lain, PDI Perjuangan juga menghormati sikap KPU tidak serta-merta mencabut Peraturan KPU yang isinya melarang mantan terpidana kasus korupsi, narkoba, dan kejahatan seksual menjadi caleg.

Menurut Hasto, KPU meminta partai politik agar mematuhi pakta integritas yang pernah diteken, dengan menarik bakal caleg mantan terpidana kasus korupsi.

Hasto mengatakan, PDIP menilai menjadi pemimpin nasional, termasuk anggota legislatif, terlebih menjadi presiden dan wakil presiden, harus memiliki rekam jejak yang baik dan jelas, memiliki landasan moral yang kuat serta menjunjung tinggi watak dan karakter sebagai pemimpin untuk rakyat.

“Semua pemimpin harus bersih dari rekam jejak pelanggaran hukum, termasuk bebas dari mahar politik,” katanya pula.

Ketika untuk menjadi capres dan cawapres harus menyerahkan mahar politik hingga Rp1 triliun, dan kemudian membiarkan pendukungnya mengedepankan cara-cara kampanye yang kurang etis, seperti dengan isu SARA yang memecah belah bangsa, gerakan ganti presiden yang berpotensi menimbulkan konflik horizontal, menurut Hasto, hal-hal negatif tersebut sebenarnya juga masuk dalam substansi hukum yang menjadi syarat pantas tidaknya pemimpin dengan seluruh tanggung jawab etisnya di hadapan publik.

Menurut dia, pemimpin nasional itu harus bersih, dimulai dari keluarga, rekam jejak kepemimpinannya, serta cara mencari uang dari sumber yang jelas.

“Seorang yang memiliki keterampilan di dalam poles-memoles perusahaan, pandai mencari peluang di tengah kesulitan, punya keterampilan rekayasa finansial, tentu hasilnya berbeda dengan pemimpin yang berasal dari rakyat, berkeluarga baik, dan punya rekam jejak yang transparan di dalam cara mencari uang. Di situlah rekam jejak positif yang seharusnya dilihat di dalam mencari pemimpin,” kata Hasto.

Hasto menuturkan, hal itu menjadi prinsip bagi PDI Perjuangan, sehingga sejak awal sudah memastikan tidak mengusulkan mantan terpidana kasus korupsi menjadi caleg.


Like it? Share with your friends!

0

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS