Tegas Tolak Saham 30 Persen, Jokowi Malah Jadikan RI Dominasi Saham Atas Freeport


JAKARTA – Pemerintah Indonesia secara resmi menggenggam 51% saham PT Freeport Indonesia yang kini diambil alih oleh PT Inalum (Persero). Dengan demikian, negara kini menjadi pemegang mayoritas tambang emas di tanah Papua tersebut.

Berikut kumpulan fakta pernyataan Presiden Jokowi soal Freeport, Minggu (6/1/2019):

1. Negosiasi Freeport berlangsung selama 3,5 tahun

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mensyukuri atas peresmian PT Freeport Indonesia yang kini menjadi milik Indonesia. Sebesar 51% saham PT Freeport Indonesia beralih ke PT Inalum (Persero).

Dalam instagram resminya, orang nomor satu di Tanah Air ini menceritakan proses negosiasi ambil alih tambang Freeport di Papua yang berlangsung selama 3,5 tahun.

“Yang sulit adalah mengambil alih tambang Freeport di Papua,” tulis Jokowi seperti dikutip Instagram pribadinya @jokowi, Senin (31/12/2018).

2. Indonesia Harus Berdaulat atas Sumber Daya Alamnya Sendiri

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersyukur atas pencapaian pemerintah Indonesia berhasil menguasai PT Freeport yang telah lama dimiliki oleh asing.

“Alhamdulillah, kita menutup tahun 2018 dan memasuki tahun yang baru, sebagai bangsa yang semakin berdaulat atas bumi dan kekayaan alamnya sendiri,” tulis Jokowi di akun instagram pribadinya, Senin, (31/12/21018).

Kepala Negara Republik Indonesia ini menceritakan berbagai sumber daya alam Indonesia yang dikuasai oleh perusahaan asing. Misalnya Blok Mahakam di Kalimantan dikuasai oleh kontraktor asing dari Prancis (Total E&P Indonesia) dan Jepang (Inpex Corporation), serta Blok Rokan di Riau dikelola oleh perusahaan Amerika, Chevron.

3. Freeport Ditawar 30%, Presiden Jokowi Menolak

Presiden Joko Widodo menolak pihak Freeport yang menawarkan sebesar 30% untuk Indonesia miliki saham ini. Namun, jumlah tersebut tetap ditolak Jokowi.

“Negosiasinya berlangsung 3,5 tahun, mereka menawar 30%, tapi saya menolak. Kita harus mendapatkan hak kepemilikan mayoritas 51%,” kata Jokowi.

Jokowi juga menuturkan, sudah 40 tahun Indonesia hanya menikmati bagi hasil pengolahan 9,3% dari tambang ini. Kini, sudah saatnya Indonesia sebagai bangsa yang semakin berdaulat atas bumi dan kekayaan alamnya.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS