Tangguh! Jokowi Tumpas Teroris dan Tetap Bekerja Maksimal


JAKARTA – Indonesia pekan kemarin diguncang duka. Kelompok teroris dengan kejinya meledakkan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, menyerang Polrestabes Surabaya, dan menyerang Mapolda Riau.

Aksi tersebut menyimpan duka yang mendalam. Presiden Jokowi menginstruksikan untuk melawan dan membasmi terorisme. Sejumlah langkah dilakukan aparat penegak hukum untuk mengungkap dalang aksi terorisme dan menangkap jaringannya.

Namun, integritas tinggi tetap dilakukan oleh sosok Presiden Joko Widodo. Di tengah upaya membasmi teroris, Presiden tetap melakukan kerja keras untuk melayani masyarakat.

Dikutip dari tagarnusantara.com, Presiden melepas ekspor produk-produk Indonesia dengan kapal kontainer ukuran besar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (15/5). Jokowi dalam sambutannya mengatakan Indonesia akan tunjukkan ekonomi Indonesia semakin baik dan tetap tangguh.

“Melalui pelepasan ekspor dengan kapal besar kita ingin tunjukkan bahwa ekonomi kita tetap berjalan dengan baik, ekonomi kita tetap tangguh dan terus bergerak dan tujuan ekspor pada sore hari ini adalah Amerika Serikat,” kata Presiden.

Menggunakan Kapal MV. CMA CGM Tage

Menggunakan Kapal MV. CMA CGM Tage berkapasitas 10 ribu TEUs dan berbobot 95.263 GT (Gross Tonnage) untuk mengangkut barang ekspor, Kapal ini memiliki layanan Java-Ameica Express (JAX) yang rutin melayani rute Pelabuhan Tanjung Priok ke West Coast (LA dan Oakland) Amerika Serikat (direct call).

“Artinya pengiriman ini besar sekali dan dilakukan dengan sangat efisien dengan direct call. Ini akan menurunkan biaya logistik yang sangat besar. Tadi sudah disampaikan oleh Dirut Pelindo bahwa setiap kontainer menghemat biaya kurang lebih USD300 dan ini akan memberikan daya saing produk-produk kita terhadap produk-produk dari negara lain,” lanjut Presiden.

Selain kapal CMA CGM Tage, ada beberapa kapal besar (mother vessel) yang rutin berlabuh di Tanjung Priok, seperti generasi Post-Panamax APL Salalah dan Vessel Pelleas. Bahkan kapal APL Salalah memiliki kapasitas di atas 10 ribu TEUs dengan bobot hampir 130 ribu ton dan panjang mencapai 347 meter. Rute layanan langsung (direct call) yang ditangani antara lain tujuan Eropa Utara, pantai barat Amerika Serikat, dan Intra-Asia.

Komoditas yang dikirim pada ekspor kali ini terdiri dari 50 persen sepatu, 15 persen garmen, 10 persen berupa produk karet, ban dan turunannya, alat-alat elektronik sebesar 10 persen, dan produk lainnya sebanyak 15 persen.

“Bukan bahan mentah, tetapi sudah bahan-bahan produksi, produk-produk industri yang kita harapkan ini akan meningkatkan ekspor kita,” ujarnya.

Ekspor ke Amerika Serikat ini menandakan Indonesia memiliki peran yang sangat strategis dalam geo ekonomi di Indo Pasifik. Sebagai negara terbesar di Asia Tenggara. Indonesia sedang terus bergerak untuk menjadikan kawasan Indo Pasifik sebagai salah satu sumber utama pertumbuhan ekonomi

Indonesia sedang terus bergerak untuk menjadikan kawasan Indo Pasifik sebagai salah satu sumber utama pertumbuhan ekonomi, pusat perdagangan dan industri dunia. “Dan di saat yang bersamaan peningkatan ekspor seperti sekarang akan terus kita tingkatkan sehingga akan menguatkan pertumbuhan ekonomi kita,” imbuhnya.

Kemudian Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta. Dalam kesempatan itu, Jokowi sempat menyinggung soal dampak teror bom di sejumlah wilayah terhadap laju investasi di Indonesia.

Dalam rapatnya Presiden mengatakan Indonesia harus menyebarkan narasi bahwa teror bom tidak akan mengganggu kinerja pemerintah. Presiden juga meminta para Menteri Kabinet Kerja untuk menyampaikan bahwa Indonesia tetap aman dan terkendali.

“Kepada seluruh menteri dan kepala lembaga bahwa narasi ke dunia internasional sangat penting sekali. Bahwa Indonesia aman dan kita semua fokus untuk bekerja,” kata Presiden, Rabu (16/5/2018).

Presiden memerintahkan Kapolri, Panglima TNI, dan Kepala BIN untuk terus mengendalikan keamanan dengan mengedepankan semangat persaudaraan dan kerukunan sosial di Indonesia.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS