Tanggapi Izin Cantrang Sandiaga, Menteri Susi: Kasihan


JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti merasa kasihan dengan niatan calon wakil presiden nomor 02 Sandiaga Uno yang ingin melegalkan cantrang. Mulanya, Susi hanya diam saat dimintai tanggapan terkait rencana tersebut. Kemudian, terlontar dua kata dari mulutnya.

“Kasihan saja,” kata Susi di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Susi hari ini mengunjungi kantor auditor pemerintah tersebut. Susi bersama beberapa menteri lain menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2018 unaudited.

Lebih lanjut, Susi sendiri tak memberi keterangan lanjutan apa maksud pernyataannya itu. Dia langsung masuk mobil dan meninggalkan kantor BPK.

Sebelumnya, Sandiaga mengumbar ‘janji manis’ kepada para nelayan di Kabupaten Lamongan di mana dirinya akan mengizinkan pemakaian penggunaan cantrang. Janji itu disampaikan Sandi saat berkampanye di Desa Sedayu Lawas, Kecamatan Brondong, Lamongan.

“Kebijakan itu sangat merugikan nelayan. Jangan hanya karena kita memperhatikan lingkungan, lantas membuat para nelayan dibatasi mencari ikan. Insya Allah di bawah Prabowo-Sandi nelayan Pantura sejahtera,” kata Sandiaga, kemarin (26/3/2019).

Sandi juga berjanji akan memenuhi semua kebutuhan nelayan, seperti penyediaan bahan bakar yang murah dan memberikan bantuan. Dia berjanji akan membuat nelayan sejahtera.

Dalam orasinya yang singkat, Sandi juga berjanji akan fokus membenahi ekonomi bangsa dengan program-program yang pro dengan kesejahteraan masyarakat. Antara lain dengan membuka lapangan pekerjaan bagi kalangan muda dan memenuhi kebutuhan para emak-emak.

Sementara Susi sendiri dikenal dengan misinya menjadikan laut sebagai sumber daya yang berkelanjutan. Alat tangkap cantrang dianggap tak ramah lingkungan dan mengancam masa depan sumber daya laut Indonesia.

Larangan penggunaan cantrang diatur Susi lewat Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015. Saat ini nelayan dipersilakan mengganti alat tangkapnya ke lebih yang ramah lingkungan dan meninggalkan penggunaan cantrang.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS