Tak Ingin Lelet Layani Rakyat! Jokowi Targetkan 126 Juta Sertifikat Rampung 2025


JAKARTA – Presiden Joko Widodo selalu membuktikan komitmennya bekerja demi rakyat. Diantaranya sertifikat tanah rakyat yang ditargetkan sebanyak 126 sertifikat harus selesai pada tahun 2025.

“Saya enggak mau, enggak mau, enggak mau. Saya sudah perintahkan kepada Menteri BPN tahun 2025 seluruh Indonesia harus rampung,” kata Presiden Jokowi saat menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat di Alun-alun Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Kamis (8/3).

Presiden menjelaskan, rakyat sudah terlalu lama menunggu. Sehingga hampir di setiap ke desa, daerah, provinsi, apakah itu di Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Papua, Maluku, keluhannya semua sama masalah sengketa lahan dan tanah.

“Sengketa antara rakyat dengan rakyat, rakyat dengan pemerintahan di pembebasan tanah, rakyat dengan perusahaan. Ada anak dengan bapak, ada, istri dengan suami gara-gara ini banyak seperti itu,” ujarnya.

Presiden menegaskan, telah memberi target kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional, jika setahun kemarin keluar 5 juta, tahun ini 7 juta harus keluar, dan tahun depan 9 juta harus keluar.

Khusus untuk Jawa Timur, Presiden Jokowi memberi target penuntasan sertifikat hingga 2023 mendatang. Jika target tersebut tidak dicapai, akan ada ppejabat yang dicopot. “Kerja dengan saya seperti itu. Saya nyopot menteri, menteri nyopot kanwil, ya kan, kanwil nyopot kepala kantor yang di bawahnya,” tutur Presiden.

Pembagian sertifikat tanah untuk kalangan ekonomi lemah dan menengah menjadi salah satu program unggulan Presiden Joko Widodo. Sepanjang tahun 2017 setidaknya 4,2 juta sertifikat tanah telah dibagikan untuk masyarakat.

Presiden Joko Widodo mengklaim telah membagikan sebanyak 140 ribu sertifikat tanah secara langsung kepada warga dalam kurun satu tahun terakhir. Presiden selalu memantau jumlah sertifikat tanah yang telah diterbitkan pemerintah hingga saat ini. Pantauan itu selalu dicatat dan menjadi bukti kinerja Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS