Surplus, Produksi Beras Diprediksi Capai 47,4 Juta Ton


JAKARTA – Pasokan beras nasional diperkirakan aman. Berdasarkan kajian Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) di 26 kabupaten produsen padi ditemukan harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat usaha tani sudah jauh melampaui HPP yang ditetapkan Pemerintah. Biaya produksi Rp 4.199/kg GKP pada September 2016 naik menjadi Rp 4.286 pada Januari 2018.

Secara persentase dari 2017, kenaikan harga GKP pada April 2017 ke April 2018 sebesar 13,6% sedangkan Mei 2017 ke Mei 2018 naik sebesar 16,5%.

Ketum AB2TI, Prof. Dr. Andreas Santosa menyebut bahwa stok beras awal tahun (termasuk impor) diperkirakan 4 juta ton. Stok beras sementara aman meskipun tetap perlu waspada terutama jika terjadi kenaikan harga di bulan Desember 2018 dan Januari 2019.

Dia menyebut bahwa harga GKP berdasarkan Survei AB2TI di 46 kabupaten sentra produksi di 12 provinsi 2017-2018 untuk tingkat usaha tani sudah naik relatif tinggi.

Harga GKP di tingkat usaha tani, pada Juni Rp 4.298kg/GKP, Juli Rp 4.388 kg/GKP dan Agustus Rp 4.672 kg/GKP dan September Rp 4.839/kg GKP.

Sementara itu, produksi padi tahun 2019 berpotensi meningkat sehingga impor beras menurun.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian dalam Outlook Padi 2015, produksi beras Indonesia pada 2017 mencapai 46,16 juta ton. Sedangkan konsumsi beras pada tahun yang sama mencapai 32,7 juta ton dan neraca beras nasional mencatat surplus 11,9 juta ton, angka tersebut setelah dikurangi penggunaan non pangan.

Untuk tahun ini, produksi beras diperkirakan mencapai 47,4 juta ton dengan konsumsi sebesar 33,1 juta ton dan kembali terjadi surplus sebanyak 12,7 juta ton. Lalu pada 2019, produksi diperkirakan meningkat menjadi 48,6 juta ton dengan konsumsi 33,5 juta ton, terjadi surplus 13,5 juta ton.


Like it? Share with your friends!

0

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS