Sudah Su’uzon pada Pemerintah, Amien Puji Perlakukan Polisi Usai Diperiksa


JAKARTA – Politisi kontroversial Amien Rais berlebihan saat menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya dalam kasus Ratna Sarumpaet. Amien mengerahkan Persaudaraan Alumni (PA) 212 di depan Pintu Barat Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10).

Pengerahan massa PA 212 itu seakan mengintervensi pihak kepolisian. Mereka mengecam keras pemanggilan terhadap Amien Rais dalam kasus hoax Ratna Sarumpaet. Dalam orasinya, massa alumni 212 menyebut pemeriksaan Amien kekeliruan.

“Jangankan jadi tersangka, Pak Amien Rais dipanggil saja itu suatu kekeliruan. Polisi tidak sopan terhadap tokoh kami,” kata Wakil Ketua PA 212, Ustadz Asep Sarupudin saat orasi melalui pengeras suara.

Massa mempertanyakan alasan Polri memanggil ketua dewan penasehat PA 212 itu. “Pak Amien itu pelaku kebohongan apa korban? Jadi tidak sepantasnya dipanggil,” tegasnya.

Ustadz asal Jawa Barat ini juga menyebut kepolisian saat ini tak ubahnya hanya sebagai alat kekuasaan. “Kami menghormati Bapak-Bapak Polisi, kami minta kepolisian berlaku adil,” tandasnya.

Aksi massa alumni 212 ini menggambarkan kelompok oposisi tidakpercayaan pada aparat penegak hukum. Pengerahan massa akan menimbulkan persepsi lain di publik. Seolah-olah ada kepentingan politik dan ada keinginan memberikan tekanan pada Polri.

Polisi sendiri melakukan pemeriksaan terhadap Amien sesuai dengan prosedur. Amien sendiri mengakui profesionalitas Polri. Usai menjalnai pemeriksaan, Amien mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian karena telah memperlakukan dirinya secara bagus, sopan, smooth, straight memberikan 30 pertanyaan yang tidak menjebak, serta menjamu makan siang dan salat.

Malu sendiri kan Pak? Sudah bawa pasukan, ternyata polisinya baik.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS