PWI Banten Terkait HOAX: Masyarakat Masih Terjebak Antara Berita dan Informasi


BANTEN TERJITU – Banyaknya informasi hoax yang tersebar akhir-akhir ini harus disikapi serius oleh semua pihak, baik oleh masyarakat sebagai penerima informasi ataupun bagi kalangan media. Hal tersebut dikatakan Wakil Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia atau PWI Provinsi Banten, Henni Murniaty dalam dialog khusus di Radio Megaswasra FM Serang, Kamis (21/3/2019).

“Yang harus dipahami orang semua pihak bahwa ada perbedaan antara media dengan media sosial. Media dalam melakukan kontrolnya diberikan tanggungjawab terkait produk dan karya jurnalistiknya. Apakah dikatakan media tersebut dikatakan sebagai media yang layak seperti dalam menjalankan tugasnya memenuhi kode etik jurnalistik, memenuhi UU Pers atau tidak, serta aturan lain yang ditentukan oleh dewan pers,” kata Henny.

Selain itu, lanjut Henny,  produk yang dikumpulin, dikelola oleh wartawan sebagai bentuk jurnalistik yang dipertanggungkan kepada publik sesuai dengan peraturan yang ada.

Menurutnya seringkali masyarakat terjebak dalam membedakan antara informasi dengan berita. Kalau informasi biasanya hanya beberapa paragraf sedangkan berita
terdiri dari beberapa paragraf, ada narasumber yang diwawancarai, kemudian dilihat langsung.

“Hal itu lah yang boleh disebarkan oleh wartawan karena dia melihat langsung kemudian wawancara juga. Termasuk soal informasi yang tersebar beberapa waktu soal adanya surat suara yang katanya yang satu kontainer sudah tercoblos itu bukan sebuah berita tetapi informasi yang harus dilakukan verifikasi faktanya,” ucapnya.

Dengan demikian inilah yang sangat sulit bagi wartawan dengan adanya uji kompetensi karena membedakan antara wartawan yang memiliki kompetensi dengan yang tidak adalah bagian dari pada pendidikan dalam menghindari hoax.

“Wartawan itu tidak menulis opini tetapi menulis fakta apa yang terjadi dan dilihatnya dan juga melakukan wawancara,” ujarnya.

Henny juga menyampaikan, PWI sebagai bentuk tanggungjawab organisasi juga sudah terbentuk Masyarakat Pers Pemantau Pemilu (Mappilu) yang bekerjasama sama dengan Bawaslu. Mappilu tersebar diseluruh Indonesia baik PWI Kota/Kabupaten. (jtj)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS