SMRC: Elektabilitas Jokowi 64,1% Sedangkan Prabowo 27,1%


Jakarta – Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bulan Desember 2019 memunculkan kembali nama Joko Widodo sebagai calon presiden yang difavoritkan masyarakat.

Survei itu dimulai dengan mengukur dalam top of mind atau pertanyaan daftar terbuka siapa presiden yang akan dipilih tanpa menyebut nama tokoh sebagai pilihan. Hasilnya, elektabilitas Jokowi 38,9%, Prabowo 10,5%. SBY 1,4%. Gatot Nurmantyo 0,8%, Anies Baswedan 0,5% dan seterusnya. Sebaliknya, melalui pertanyaan yang sama, tetapi dengan menyebutkan beberapa pilihan nama tokoh, sebanyak 53,8% memilih Jokowi dan sebanyak 18,5% memilih Prabowo.
SMRC kemudian membuat simulasi tiga nama, yaitu mengukur elektabilitas sekiranya Pilpres hanya diikuti 3 kandidat yaitu Jokowi, Prabowo dan Anies Baswedan. Hasilnya, Jokowi tetap unggul dengan selisih jauh.
“Jokowi 61,4%, Prabowo 25,7%. Anies 3,9% dan tidak menjawab 9%,” ucap Direktur Eksekutif SMRC, Djayadi Hanan dalam paparan survei di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/1).
Dalam simulasi itu, elektabilitas Jokowi cenderung naik yaitu pada survei bulan Mei (51,1%), September (54,7%) dan Desember (61,4%). Sementara Prabowo cenderung turun, survei Mei (34,2%), September (27,8%) dan Desember (25,7%).

Kemudian dalam simulasi dua kandidat (head to head) antara Jokowi dan Prabowo, hasilnya tetap Jokowi yang unggul dengan angka elektabilitas 64,1% dan Prabowo 27,1%. Elektabilitas Jokowi dalam simulasi dua nama ini juga naik, sementara Prabowo turun.

“Dukungan terhadap Jokowi cenderung menguat, sedangkan Prabowo sebagai pesaing terdekatnya cenderung melemah,” ucap Djayadi.
Data didapat dari survei pada 7-13 Desember 2017 di seluruh provinsi dengan 1.059 responden yang dipilih secara acak melalui wawancara tatap muka. Margin of error +/- 3,1% pada tingkat kepercayaan 95%.
Kuatnya dukungan masyarakat terhadap Jokowi juga dapat dilihat dari hasil survei jika Jokowi dibandingkan satu lawan satu dengan tokoh-tokoh lain seperti Prabowo, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), hingga Gatot Nurmantyo. Hasilnya rata-rata suara Jokowi unggul di atas 70%.

“Dukungan kepada Pak Jokowi masih kuat, di samping tidak ada tokoh yang signifikan muncul. Hal tersebut juga dipengaruhi elektabilitas tokoh lain menurun,” kata Djayadi.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS