Serukan Kader Demokrat Keluar Dari BPN, SBY Baca Gelagat Jahat Prabowo


Jakarta – Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY menginstruksikan kepada kader dan pengurus partainya agar tidak ikut serta dalam kegiatan bertentangan dengan Undang-undang dan konstitusi, mengingat perkembangan situasi politik pasca-pemungutan suara Pemilu 2019 menunjukkan ketegangan yang bisa berkembang ke arah konflik dan krisis yang membahayakan keamanan negara, seperti ancaman people power yang disuarakan oleh Eggi Sudjana.

“Saya instruksikan kepada pejabat tersebut alamat, untuk secara terus menerus memantau dari dekat perkembangan situasi yang terjadi di tanah air,” demikian dikutip dari surat perintah SBY.

Sementara pada butir ketiga, SBY meminta para kader melapor jika terjadi kegentingan dan situasi yang menjurus ke arah konflik dan krisis yang membahayakan.

Di poin terakhir, SBY menegaskan agar pesan tersebut dilaksanakan seluruh kader. Surat dengan tembusan ke Waketum Demokrat Syarief Hasan dan Komandan Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono itu juga meminta kader Demokrat di Badan Pemenangan Nasional (BPN), balik kanan.

SBY telah membaca gelagat jahat dibalik klaim kemenangan Prabowo, sehingga menyerukan kepada seluruh pimpinan maupun kader Partai Demokrat menghentikan sementara dinas di BPN Prabowo-Sandi dan segera kembali untuk melakukan konsolidasi.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin membenarkan soal surat instruksi SBY tersebut. Menurut Amir, inti pesan SBY itu agar tetap mengawal hasil Pemilu 2019 sesuai Undang-undang.

“Yang pasti memang ada instruksi dari Bapak (SBY) yang intinya dari ketua umum kami ya. Intinya itu memastikan bahwa para pengurus dan kader Partai Demokrat untuk tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi dan undang-undang yang berlaku itu aja,” kata Amir, Kamis (18/4). (kania/mcf)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS