Sekretaris Fraksi Gerindra: OK OCE tak bisa mengatasi angka pengangguran di Jakarta


Jakarta – Ada keraguan yang menyelimuti Fraksi Partai Gerindra di DPRD DKI Jakarta terkait program pelatihan kewirausahaan One Kecamatan One Centre for Entrepreneurship atau OK OCE gagasan Sandiaga Uno. Program tersebut ternyata tidak mampu mengurangi tingkat pengangguran di Jakarta secara signifikan.

Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Fajar Sidik mengungkapkan bahwa program pelatihan kewirausahaan OK OCE tak bisa mengatasi angka pengangguran usia produktif di Jakarta. Pihaknya meminta pemprov DKI agar lebih memperhatikan persoalan tersebut, karena jumlah pengangguran lebih besar ketimbang jumlah lapangan kerja yang ditargetkan dalam program OK OCE.

“Fraksi Gerindra yakin bahwa program di atas belum akan bisa menampung usia produktif tersebut. Untuk itu, fraksi Gerindra meminta kepada Pemprov DKI Jakarta untuk lebih concern terhadap persoalan ini,” kata Fajar di Gedung DPRD dalam rapat paripurna mengenai raperda tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) DKI Jakarta tahun 2017-2022.

Pada Agustus 2017, jumlah pengangguran di Ibu Kota ada 346.940 jiwa dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) 7,14 % dari total angkatan kerja. Angka tersebut meningkat dibandingkan Februari 2017 dengan angka TPT 5,36 %. Sedianya, dalam RPJMD 2017-2022, penyediaan lapangan kerja telah diakomodasi Pemprov DKI dalam program OK OCE dan pelatihan kerja di Dinas Tenaga Kerja. Sementara itu, ada ribuan lulusan SMA atau perguruan tinggi terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) setiap tahunnya.

Ketua Fraksi NasDem Bestari Barus bahwa program OK OCE tak ubahnya sebatas pelatihan dan penyuluhan. Pihaknya mengusulkan pemberian modal kepada peserta OK OCE, namun hal ini belum bisa diwujudkan oleh OK OCE melalui tanggapan dari Sandiaga.

“Mengingat kondisi real di lapangan terkait pelaksanaan program ini, hanya sebatas pelatihan-pelatihan dan penyuluhan saja,” ujarnya.

Sedangkan menurut anggota Komisi B DPRD DKI Nur Afni Sajim, pelatihan OK OCE hanya cuap-cuap belaka, tidak memberikan pencerahan karena pedagangnya tidak mengerti. Nur Afni Sajim meminta Dinas UMKM selektif menyaring pesertanya dan tidak melatih pedagang musiman. Ia mempersoalkan keterlibatan lurah dan camat dalam mencari pedagang peserta program OK OCE.

Wong pelatihan juga hanya paparan, pedagangnya juga nggak ngerti. Ini pelatihan cuap-cuap, dan saya kontrol betul itu pelatihan di Jakbar,” terang Afni saat rapat antara Komisi B DPRD DKI Jakarta dan Dinas UMKM di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. (rin/mcf)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS