Warning: session_start(): open(/tmp/sess_aur40mk2211q26kmbh9396jds4, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in /home/bacaaajz/terjitu.com/wp-content/themes/boombox/includes/rate-and-vote-restrictions/vote/class-boombox-vote-restriction.php on line 193

Warning: session_write_close(): open(/tmp/sess_aur40mk2211q26kmbh9396jds4, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in /home/bacaaajz/terjitu.com/wp-content/themes/boombox/includes/rate-and-vote-restrictions/vote/class-boombox-vote-restriction.php on line 196

Warning: session_write_close(): Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/tmp) in /home/bacaaajz/terjitu.com/wp-content/themes/boombox/includes/rate-and-vote-restrictions/vote/class-boombox-vote-restriction.php on line 196
Sejumlah Kelompok Masyarakat Khawatir KAMI Memanipulasi Rakyat Demi Kepentingan Politik – Terjitu

Sejumlah Kelompok Masyarakat Khawatir KAMI Memanipulasi Rakyat Demi Kepentingan Politik


JAKARTA, TERJITU – Manuver yang dilakukan oleh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) terus mendapatkan penolakan dari berbagai pihak, termasuk kelompok masyarakat di berbagai daerah. Tidak hanya khawatir akan memunculkan gesekan saja, umumnya masyarakat khawatir hanya menjadi korban aktivitas gerakan KAMI guna menciptakan instabilitas keamanan dan politik tanah air.

Itulah yang menjadi alasan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya mendesak KAMI untuk tidak melakukan kegiatan deklarasi di kota pahlawan ini. Ketua Umum PMII Cabang Surabaya, Nurul Haqqi, menyebut jika KAMI memaksakan diri untuk melaksanakan deklarasi hanya akan mengganggu kondusivitas warga Surabaya.

“Kita khawatir kemunculan mereka (KAMI) malah akan mengganggu kondusivitas masyarakat Surabaya yang saat ini masih berjuang untuk beradaptasi dengan era baru di masa pandemi Covid-19,” ujar Nurul Haqqi. Ia pun mengatakan bahwa jika KAMI diberi kesempatan, yang akan ditimbulkan hanya pertentangan sehingga rakyat terpecah.

“ika gerakan ini dibiarkan, maka yang ditakutkan akan menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat, bahkan muaranya untuk makar dari Pemerintahan yang sedang berlangsung,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (Pekat IB) Kendal, Muhammad Ilyas, mengungkapkan bahwa KAMI terus berupaya memprovokasi masyarakat untuk membenci Pemerintah. Ini yang menjadi persoalan karena hanya akan merugikan semua masyarakat. “eberadaan KAMI dapat memecah belah bangsa untuk membenci Pemerintah yang sah. Masyarakat harus paham deklarasi KAMI mempunyai tujuan politik, dengan dalih gerakan moral,” kata Ilyas.

Ilyas pun menegaskan, bahwa Pekat IB dan masyarakat Kendal secara tegas menolak berbagai provokasi dan manipulasi politik yang dilakukan KAMI, terutama yang mengajak untuk membenci Pemerintah yang tengah fokus menanggulangi Covid-19. (SU)


Like it? Share with your friends!

0

You may also like

DON'T MISS