Sebut Soal Intelijen, Pengakuan Prabowo Terhadap Masa Kelam Dirinya


Jakarta – Calon Presiden no urut 02, Prabowo Subianto menyebutkan bahwa paradigma dunia intelijen tidak berubah dari masa ke masa, justru menjadi bumerang bagi dirinya sendiri di masa lalu.

Namun, melalui pernyataannya tersebut, tanpa disadari, Prabowo justru sedang menggambarkan bagaimana dunia intelijen ketika dia masih aktif sebagai bagian dari pucuk pimpinan mereka.

Banyaknya pengungkapan informasi tentang kejadian luar biasa, seperti sering kita dapatkan dari corong pemerintah di masa Orde Baru misalnya, kerap mendiskreditkan golongan tertentu, yang justru terkesan direkayasa.

Ketika saat ini Prabowo menggambarkan intelijen dipenuhi dengan orang-orang berpikiran jahat, bisa jadi dirinya sedang menggiring opini, bahwa dunia intelijen adalah dunia kepalsuan yang tak boleh dipercaya, termasuk informasi yang berasal dari pihak mereka.

Namun Prabowo tak menyadari bahwa ada undang-undang yang mementahkan tudingannya itu. Intelijen sebagai bagian dari aparatur negara tentu harus taat kepada protap yang berlaku, jika dilanggar pasti mereka akan menghadapi konsekwensinya.

Pernyataan Prabowo justru semakin membangkitkan kekecewaan masyarakat, bahwa dia sendiri menjadi bagian dari masa lalu dunia intelijen yang kelam tersebut.

Berdasarkan hasil percakapan seorang staf politik Kedutaan Besar AS di Jakarta dengan seorang pemimpin organisasi mahasiswa, memunculkan nama Prabowo Subianto sebagai pelaku penghilangan paksa aktivis pada tahun 1998, atas dasar perintah dari Soeharto. Disitulah bukti nyata adanya masa kelam dirinya di masa lalu. (de/mcf)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS