Sebar Poster Jihad Bantu Neno Warisman, PA 212 dean HRS Tak Boleh Dibiarkan


JAKARTA – Sebuah poster seruan jihad melawan persekusi terhadap artis Neno Warisman beredar di media sosial. Seruan tersebut berasal dari PA 212.

Seruan jihad tergambarkan dalam sebuah poster yang diunggah oleh Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD dalam akun Twitter pribadinya @mahfudmd. Dalam poster tersebut, terdapat seruan kejar dan hajar para pelaku persekusi terhadap ulama dan aktivis.

Juru bicara PA a212 Novel Bamukmin mengakui adanya seruan tersebut. Namun, ia menepis seruan berjihad membela Neno Warisman yang ditolak warga Pekanbaru, Riau, pada Sabtu (25/8) tersebut berasal dari pentolan FPI Rizieq Shihab.

“Memang benar itu beredar di grup-grup kami. Kemungkinan ada orang DPP yang memang bidangnya (membuat poster). Cuman kalau HRS, susah ya untuk komunikasi, beliau jauh begitu. Jadi, tak bisa diklaim itu HRS,” kata Novel, Senin (27/8).

Novel mengklaim, seruan jihad itu bermaksud untuk melawan para pengadang aksi deklarasi #2019GantiPresiden yang ia sebut sebagai preman-preman ingusan.

Tentu saja seruan jihad PA 212 dan HRS dalam poster merupakan tindakan pengecut dan upaya persekusi yang mengatasnamakan perjuangan umat Islam. PA 212 kumpulan Ulama dan mengklaim paling tahu tentang Islam tetapi beraninya main keroyokan dan menghasut orang lain untuk berbuat jahat. PA 212 dan HRS tidak layak disebut sebagai kumpulan kelompok agama karena perbuatannya bertentangan dengan ajaran agama. HRS lebih baik pulang saja dulu ke Indonesia, selesaikan kasus hukumnya daripada teriak menghasut.

PA 212 terlalu kerdil dan dangkal dalam memaknai jihad. Mereka salah menanggapi jihad yang sesungguhnya yaitu mengendalikan hawa nafsu, di mana dalam konteks Indonesia saat ini, jihad adalah mengendalikan diri dari amarah agar tidak bermusuhan sesama anak bangsa, apalagi hanya untuk agenda Pilpres.

Tindakan yang dilakukan PA 212 tak ubahnya dengan preman berjubah agama. Aksi mereka yang terkadang merugikan pihak lain seharusnya tidak boleh dibiarkan karena akan merusak dan menghancurkan keamanan Indonesia. Masyarakat sangat miris dengan adanya poster seruan jihad PA 212 dan HRS karena sikap yang ditunjukkan sangat berlebihan. Penolakan Neno Warisman di Riau adalah hak warga Riau, bukan hanya warga Riau yang menolak Neno Warisman tetapi se-Indonesia menolaknya.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS