Sandiaga Uno ‘Nyari Ribut’ dengan Prabowo


(Cak Anton-SEWORD)

Sandiaga Uno adalah pemain politik yang bisa dikatakan baru jika dibandingkan dengan Zulkifli Hasan, Aher apalagi Amien Rais. Tetapi kehadirannya menjadi cawapresnya Prabowo di pilpres ini secara ‘sim salabim’ mengejutkan kita semua, padahal lawannya untuk bisa menjadi cawapresnya Prabowo adalah para politsi ‘bangkotan’ dan memiliki posisi penting dalam sebuah partai pengusung.

Seperti yang kita ketahui bersama, sebelum pilpres ini, pemilihan wakil dari Prabowo begitu ruwet dan rame. Masing-masing partai menginginkan ada kader dari mereka yang maju. Di PAN ada Zulkifli juga Amien Rais, dalam PKS gak tanggung-tanggun 9 kader di sodorkan, belum lagi di kumpulan pendukung dari luar partai yaitu kelompok 212 pun mempunyai keinginannya sendiri untuk mengajukan Habib Rizieq, TGB hingga UAS. Putra mahkota SBY pun kalah saing dalam berebut kursi cawapres untuk maju di pilpres 2019 ini.

Duit berbicara

Sandiaga Uno awalnya saya ketahui dari gossip selebriti yang mengatakan bahwa dia adalah pengusaha yang meminta Dewi Persik buka baju di suatu acara. Ibu Dewi persik bahkan dikatakan sampai menangis karena kejadian tersebut.

Setelah itu, saya dan mungkin sebagian orang mengenalnya lagi ketika dia keliling DKI Jakarta melakukan sosialisasi untuk nyalon jadi Gubernur di pilkada 2017, akhirnya masuklah dia ke Gerindra, namun partai koalisi seperti mikir-mikir jika seorang Sandi dijadikan cagub, sebab dia belum menjadi sosok yang menjual.

Modal awal Sandi itu adalah keberaniannya mengelontorkan uang besar dari mau nyagub gak jadi, dan akhirnya jadi cawagub pun dia banyak mengeluarkan modal. Sebagai seorang pengusaha pasti itu ada itung-itungannya, yaitu ada di tahap bakar duit dalam sebuah promosi. Meskipun menjadi cawagub, paling tidak itulah promosi yang akan menenarkan dia dan akhirnya menjadi produk yang akan dijual dalam dunia politik.

Tak menunggu lama, kesempatan promosi dalam pilpres pun ia lakoni serta menggeser semua kandidat dari partai koalisi kubu Prabowo berkat isu duit trilunan dalam kardus yang diungkap oleh Andie Arif, petinggi partai Demokrat yang mungkin sakit hati karena AHY dipandang sebelah mata.

Dalam pertempuran pilpres pun, meskipun semua yang ada di kubu Prabowo orang kaya dan konglomerat, tetapi yang punya hitung-hitungan siapa yang paling diuntungkan adalah Sandi, jadi dia pun paling banyak mengeluarkan duit untuk dana kampanye. Bahkan dia pun rela keliling sendiri sedangkan Prabowo ‘ongkang-ongkang kaki’ saja.

Pilpres 2019 adalah ajang promosi bagi sandi untuk pilpres selanjutnya, sedangkan 2019 adalah pertempuran akhir Prabowo untuk bisa menjadi presiden, jika gagal, maka tak ada peluang lagi, sebab kemungkinan besar seorang Sandia Uno pun sudah memiliki modal nama untuk maju di pilpres selanjutnya dan lebih menjual ketimbang Prabowo yang sudah senja.

Menusuk Prabowo demi nama baik

Gelagat Sandiaga Uno tak perduli lagi dengan seorang Prabowo bisa dilihat dari beberapa kali deklrasi kemenangan dan Sandi gak mau datang. Meskipun akhirnya sekali hadir dengan muka yang cemberut dan terkesan sangat tertekan.

Sempat beredar isu, Sandiaga Uno dimarahi oleh Prabowo karena berbeda pendapat terkait deklarasi. Dan saat ini, isu tersebut pun akan dianggap benar karena Sandiaga Uno mengatakan pemilu ini adalah pemilu yang jujur dan adil.

Ketika deklarasi, selain Sandiaga Uno, Zulkifli Hasan sang ketua umum PAN pun tak turut hadir, itu juga menandakan PAN berseberangan dengan Prabowo yang menganggap diri menang. Meskipun berseberangan di sini bukan berarti gak setuju dengan upaya Prabowo, mungkin cenderung nyari aman karena buktinya Amien Rais dan anak-anaknya masih koar-koar bersama Prabowo.

Benang merah pun akhirnya ditemukan, ketika Sandiaga Uno dikatakan masuk menjadi kader PAN. Dan tidak hanya itu, PAN yang tak berkomentar pun akhirnya ikut menghajar Prabowo dengan mengatakan Prabowo tak ada data yang bisa dipercaya terkait klaim kemenangan (data kurang valid).

Klaim kemenangan kedua kalinya yang dilakukan oleh Prabowo akan dianggap sebagai hal nista, dan hal itu disadari oleh para petinggi, ketua umum Partai bahkan oleh Sandiaga Uno. Oleh sebab itu sangat penting untuk segera cuci tangan supaya gak menjadi aib bagi mereka. Mungkin untuk akar rumput yang bisa ‘dibodohi’ itu bukan sebuah hal nista, tetapi di tingkat elite dan dunia, itu adalah hal yang sangat buruk. Udah ah, itu aja…

Cak Anton

Sumber pendukung opini:

https://news.detik.com/berita/d-4524107/pan-kta-untuk-sandiaga-sudah-siap-tinggal-diserahkan?tag_from=news_mostpop

http://medan.tribunnews.com/2019/04/24/sandiaga-akhirnya-akui-pemilu-berjalan-jujur-dan-adil-meski-prabowo-tetap-deklarasi-menang?fbclid=IwAR23X7NLNwI4zNECiWghtKdEa-i1oYn3NFLanuoflIkXby6eg4PRktRSXHE

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190425134940-32-389577/waketum-pan-kritik-klaim-kemenangan-prabowo-tanpa-data-valid?fbclid=IwAR3I6qOh30q3abKIrxJ6hZrgAFxDlMlCSfYgtjNQDD0IVuJzQg-AOtM8oe8

 

artikel ini telah tayang sebelumnya di https://seword.com/politik/sandiaga-uno-nyari-ribut-dengan-prabowo-F_TSO-0P9

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS