Sandiaga Ditolak Warga di Kandang Banteng Tabanan Bali


JAKARTA – Warga Desa Pakraman Pagi, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan menolak kehadiran calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno. Dua hari sebelum kunjungan Sandiaga Uno ke Bali, beredar surat pernyataan dari warga yang ditandangani Bendesa Adat Pakramen Pagi I Wayan Yastera, Kelian Adat Banjar Pagi, I Nyoman Subagan dan I Wayan Sukawijaya dengan tembusan Perbekel Senganan dan Kapolsek Penebel.

Isi surat pernyataan itu menolak kedatangan Sandiaga Uno, karena mereka sudah memilih Capres 01 Jokowi- Ma’ruf Amin dan Calon Legislatif dari PDIP. Sandi menyatakan, dia menghormati keputusan itu, dan ingin suasana Bali tetap kondusif karena Pariwisata membutuhkan situasi politik dan keamanan yang stabil.

Surat itu tertanggal 18 Februari 2019 dan diteken Kelian Adat Banjar Pagi I Nyoman Subagan, Bendesa Adat Desa Pakraman Pagi Wayan Yastera, dan Kelian Banjar Dinas Pagi I Wayan Sukawijaya. Surat tersebut juga ditembuskan ke Perbekel Senganan, Kapolsek Panebel, dan Arsip.

Bendesa Adat Desa Pakraman Pagi Wayan Yastera membenarkan isi surat tersebut. Yastera menyebut, di tahun politik ini, mereka telah menjatuhkan pilihan ke capres-cawapres nomor urut 01.

“Alasan lain apa yang kami tidak siap mendatangkan Pak Sandi, karena kami kalau membicarakan ranah politik karena kami juga ada yang membantu kebetulan kami dibantu dari kandidat PDI. Maka dari itu kami juga untuk mengamankan suasana dan melancarkan suatu pembangunan yang sudah kami rencanakan, maka dari itu dalam tahapan ini kami tidak menerima kedatangan Sandiaga Uno,” kata Yastera kepada wartawan.

Sandiaga membenarkan ada surat disampaikan kepada beberapa anggota tim pemenangan. Dan setelah dikaji, tim sepakat untuk meredakan suasana, diputuskan tidak hadir. Sandi juga menyatakan, ketimbang ada friksi lebih baik hadir di tempat-tempat yang memang tidak memiliki potensi konflik.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS