Rikrik Rizkian Dan Bambang Widjojanto, Anggota TGUPP DKI Jakarta Menjadi Pembela Prabowo Di MK


JAKARTA, TERJITU – Dua sosok yang tergabung dalam tim kuasa hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN)  Prabowo-Sandiaga yakni Bambang Widjojanto dan Rikrik Rizkiyana merupakan anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) yang dibentuk Gubernur DKI Jakarta Anies Basweden.

Melalui Tim Kuasanya, BPN telah mendaftarkan gugatan atas dugaan kecurangan Pemilu 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Untuk diketahui, pada 2018 lalu, Anies mengangkat Bambang Widjojanto sebagai Ketua TGUPP Bidang Komite Pencegahan Korupsi DKI Jakarta. Sementara itu, Rikrik menjadi Ketua Bidang Harmonisasi Regulasi. Kemudian pada Maret 2019 lalu, Anies merombak susunan dan nomenklatur TGUPP. Kedua bidang itu dilebur menjadi Bidang Hukum dan Pencegahan Korupsi.

Anggota dan ketua TGUPP digaji dari APBD DKI dan kini, keduanya membela Prabowo di MK dalam gugatan sengketa hasil Pilpres 2019.

Terkait hal tersebut, Gubernur Anies Baswedan tidak mempermasalahkan jika Bambang Widjojanto dan Rikrik Rizkiyana menjadi pengacara Prabowo-Sandiaga dalam mengajukan gugatan hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi.

Namun, adanya anggota TGUPP yang menjadi bagian tim kuasa hukum Prabowo-Sandi patut disorot, karena dikhawatirkan akan terjadi tumpang tindih antara sebagai pengacara dan tim gubernur, karena penanganan sengketa pemilu bakal memakan waktu lama.

Secara Fantastis, TGUPP yang sedianya bekerja untuk warga DKI justru bertindak tidak professional dengan tumpang tindih membela Prabowo dalam sengketa Pilpres 2019.

TGUPP adalah lembaga yang menjadi kelinci percobaan Anies dan kelompoknya. Karena belum berjalan lama langsung dirombak, hal ini menunjukkan bahwa pendirian badan TGUPP Anies terburu-buru hanya demi menyerap anggaran APBD yang telah disiapkan.(ren/mcf)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS