Provokatif Tuding Pemerintah Terkait Kasus Rizieq, Media suaramekkah.blogspot Bisa Diproses Hukum


JAKARTA – Sebuah media online abal-abal bernama suaramekkah.blogspot menulis berita hoaks yang memfitnah pemerintah. Tanpa fakta dan narasumber yang jelas, situs ini menuding pemerintah dibalik kasus Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS).

Provokasi dimulai dengan penulisan LBP yang mengusulkan “kerjai” HRS yang disetujui JKW. Saat pencekalan pertama kali di bandara Jeddah. Sore harinya dilakukan evaluasi di istana, guna mencegah upaya HRS kembali Ke Indonesia.

Tulisan dibumbui opini, KaBIN menyiapkan segala info dan data tentang HRS, Sedangkan Kapolri meyiapkan aneka laporan dan tuduhan fitnahnya. Menlu kemudian bertugas menyiapkan dan membuat Surat Diplomatik. Dan karena Arab Saudi tidak mudah dalam melobi, maka yang ditugaskan adalah “Duta Khusus Urusan Timteng” bersama Dubes RI sebagai pelobi.

Tidak berhenti di situ, penulis mabuk ini secara fiktif dan imajiner menuliskan deretan data hoaks seakan pemerintah mempengaruhi Saudi Arabia untuk mencekal HRS.

1. HRS adalah “Residivis & Buronan” Negara RI yg melarikan diri ke Saudi dengan bukti Laporan polisi.

2. HRS adalah Pelaku “Chat Mesum” dg bukti sejumlah foto “Chat Fitnah” yg sebenanya sdh di SP3.

3. HRS adalah penghina “Lambang Negara RI” dg bukti Kasus Pancasila di Bandung yg sebenarnya juga sdh di SP3.

4. HRS seorang penyerobot “Tanah Negara” dg bukti rekaman pesantren HRS seluas puluhan hektar di atas Tanah Negara tanpa izin Negara.

5. HRS pernah dua kali dipenjara Th 2003 & 2008 dg bukti laporan polisi & putusan pengadilan.

6. HRS seorang “Radikalis” yg sangat berbahaya bagi keamanan Saudi dgn bukti foto “Aksi Anarkis” FPI terhadap “Tempat Hiburan Malam” di awal th 2000an.

7. HRS penggerak “Demo Anarkis” Anti Amerika Serikat sejak thn 2000, bahkan pimpinan pelaku “Sweeping Warga AS” di Indonesia dgn bukti kliping berita & rekaman video aksi-aksi FPI terkait AS.

8. HRS seorang Anti Amerika Serikat yg merupakan “sekutu setia” Saudi, sehingga keberadaannya di Saudi bisa membahayakan hubungan baik Saudi – AS.

9. HRS dekat dengan “Tokoh Teroris Indonesia” yaitu Ustadz Abu Bakar Ba’syir dengan bukti foto-foto HRS bersama ABB serta foto2 kunjungan putra ABB ke rumah HRS di Mekkah saat melaksanakan Umroh.

10. HRS adalah “Pendukung ISIS” dengan bukti rekaman ceramah HRS tentang ISIS yg sdh “diedit”.

11. HRS adalah Pelaku “Money Loundry” bagi kepentingan Politisi Korup dengan bukti foto kedatangan Prabowo, Amin Rais, Tomy Soeharto & tokoh lainnya ke rumah HRS di Mekkah.

12. HRS adalah “Pendana Teroris” dari hasil Money Loundry dgn bukti screenshoot berita ttg HRS dihormati oleh kelompok Radikalis & Teroris.

13. HRS “Melindungi TKI yg lari” dari majikan & yg tdk memiliki iqomah izin tinggal dengan bukti foto beberapa WNI yg mukim di Mekkah & sering ke rumah HRS.

14. HRS Menggelar “Kegiatan Sufi” yg sangat dilarang di Saudi, dengan bukti rekaman video pembacaan Sholawat & Do’a saat banyak tamu di rumah HRS.

15. HRS Menjalin hubungan dengan “Tokoh-Tokoh Sufi” Mekkah seperti Sayyid Ahmad & Sayyid Alwi dll dengan bukti rekaman kunjungan HRS ke majelis mereka.

16. HRS Menggelar “Pengajian Gelap” di Saudi & mengadakan “Perkumpulan Sufi” dengan tradisi sesat menyesatkan, buktinya foto-foto tamu HRS yg tak pernah putus tiap hari.

17. HRS adalah “Musuh Wahabi” dg bukti beberapa rekaman ceramah lama HRS yg mengkritisi ajaran Wahabi.

18. HRS seorang “Bughot” yaitu Pemberontak terhadap Pemerintah Indonesia yg sah dgn bukti rekaman insiden bentrok saat Aksi 411 depan Istana.

19. HRS melakukan “Propaganda Politik” dari Saudi untuk mengacaukan Indonesia dgn bukti sejumlah rekaman seruan HRS dari Saudi.

20. HRS seorang “Rasis & Fasis” yg Anti China dan orang Asing lainnya dg bukti sejumlah rekaman ceramah HRS yg menyerang Asing & Aseng

21. HRS seorang “Ekstrimis” yg sering mengganggu umat agama lain dg bukti rekaman peristiwa Insiden Monas dan Ciketing serta Cikesik.

22. HRS adalah “Penghina Presiden RI” dg bukti beberapa rekaman kritik keras HRS thd Presiden dalam sejumlah acara di berbagai daerah di Indonesia.

23. HRS adalah “Musuh Negara Indonesia” dg bukti beberapa ceramah keras HRS yg menyerang pemerintah yg sah.

24. HRS Melakukan “Gerakan Politik” yang membahayakan Keamanan Saudi dgn bukti berbagai foto sambutan masyarakat terhadap HRS di sekitar Masjidil Harom.

25. HRS telah “Memalsukan” Dokumen Paspor dan Iqomah serta Visa sehingga harus diperiksa semua dokumen keimigrasiannya.

Jelas semua poin yang disebutkan penulis mengada-ada tanpa bukti. Artikel yang tanpa ada narasumber ini tidak dapat dipercaya dan bukan sebuah karya jurnalistik.

Tanpa wawancara dengan narasumber yang disebut, seperti LBP, Jokowi, Kapolri, Menteri Luar negeri, Kepala BIN, artikel ini sangat provokatif dan hanya memecah persatuan bangsa. Mengadu domba pemerintah dengan rakyat.

Secara etika jurnalistik, suaramekkah.blogspot ini dapat diproses dengan kode etik jurnalistik. Selain itu, secara Undang-undang, artikel melanggar Undang-undang ITE karena berisi ujaran kebencian dan fitnah belaka.


Like it? Share with your friends!

0

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS