Prabowo Teriak Kebocoran Anggaran Pada Pilpres 2014 Dan Pilpres 2019


Jakarta – Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan bahwa adanya kebocoran dana mencapai Rp 500 T atau 25% dari APBN.

Sedangkan, pada Pilpres 2014 silam, calon Presiden Prabowo Subianto pernah menyebutkan kebocoran kekayaan negara capai Rp . 1000 T yang diakui terjadi sejak era Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati hingga SBY.

Hal tersebut sebenarnya menggambarkan bahwa Presiden Joko Widodo sangat hebat karena berhasil menurunkan angka kebocoran anggaran dari Rp. 1000 T menjadi hanya  Rp. 500 T dalam waktu 4 tahun 5 bulan saja.

Seperti yang diketahui masyarakat, kebocoran anggaran paling parah terjadi ada era Seharto. Seharusnya, Soeharto (mertua Prabowo) yang paling bertanggung jawab atas kebocoran anggaran tersebut karena KKN tumbuh subur terutama di orang-orang terdekat Soeharto sehingga kebocoran anggaran keuangan negara sejatinya warisan Orde Baru.

Kemanakah Prabowo selama menjadi menantu Soeharto, padahal potensi kebocoran keuangan negara sudah diprediksi oleh Soemitro Djojohadikusomo yang adalah ayah Prabowo, namun baru sekarang Prabowo teriak keuangan negara bocor sementara di era Soeharto menjabat sebagai Presiden, Prabowo hanya diam.

Jika Presiden Jokowi mampu menurunkan kebocoran anggaran dalam 1 periode, maka sudah seharusnya Presiden Jokowi di dukung pada periode berikutnya. (renmcf)


Like it? Share with your friends!

0

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS