Prabowo-Sandiaga Dan 17 Politikus Dilaporkan Ke Bareskrim Karena Sebar Hoax


Jakarta –  Farhat Abas resmi melaporkan Prabowo Subianto, Sandiaga Uno dan 17 politikus ke Bareskrim Polri dengan tuduhan penyebarkan ujaran kebencian dan hoaks.

“Kami melaporkan 17 tokoh nasional serius dan calon presiden,” kata Farhat Abas di Bareskrim Jakarta, Rabu (3/10).

Laporan tersebut berawal dari viralnya foto aktivis Ratna Sarumpaet yang mengaku telah dianiaya oleh sejumlah orang tidak dikenal (OTK), dengan laporan itu bernomor LP/B/1237/X/2018/BARESKRIM dan sudah diterima polisi dengan nomor STTL/1007/X/2018/BARESKRIM.

“Yang kami laporkan berkaitan dengan konspirasi dan permufakatan jahat, fitnah Ratna Sarumapet dirinya seolah-olah di dzolimin,” bebernya.

Menurut Farhat, sandiwara yang dilakukan orang tidak bertanggung jawab itu, dimanfaatkan oleh Prabowo dan Amien Rais untuk menghancurkan citra Capres dan Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) – Maruf Amin.

“Cerita ini dimanfaatkan Prabowo dan Amien sebagai kampanye hitam menjatuhkan calon presiden saya nomor 1,” bebernya.

Sangat disayangkan tokoh nasional sekaliber Prabowo yang tidak teliti dalam menanggapi persoalan Ratna Sarumpaet dan menganggap bahwa seolah-olah ada di rezim diktator.

“Sementara Fadli mengatakan semua pasti ada kaitan dengan politik. Dianiaya karena Jurkam Prabowo. Padahal yang dianiaya tidak ada. Seolah-olah ini rezim diktator,” ucapnya.

Adapun, untuk Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini dilaporkan lantaran membuat pernyataan bahwa Ratna dalam ketakutan dan trauma.

“Berarti dari mana Sandiaga tau? Sandiaga bilang sudah melihat foto Pak Prabowo. Nah, Calon Wakil Presiden harus berpikir baik kan,” lanjutnya.

Adapun 17 orang yang dilaporkannya yakni Prabowo Subianto, Amien Rais, Ratna Sarumpaet, Fadli Zon, Rachel Maryam, Rizal Ramli dan Nanik Deang. Kemudian Ferdinand Hutahaean, Arief Puyono, Natalius Pigai, Fahira Idris, Habiburokhman dan Hanum Rais, Said Didu, Eggy Sudjana, Captain Firdaus, Dahniel Azar Simanjuntak dan Sandiaga Uno.

Dalam laporan tersebut, Farhat Abas membawa barang bukti berupa video dan rekaman Prabowo serta wawancara Sandiaga Uno.

“Kami bawa video rekaman Prabowo wawancara Sandiaga Uno, Twitter Fadli Zon dan Rachel Maryam dan lain-lain sebagai bukti,” tutup dia.

Ke-17 orang itu dilaporkan lantaran telah melakukan dugaan pelanggaran tindak pidana ujaran kebencian alias hate speech dan penyebaran berita bohong alias hoaks.

Pelaporan terhadap Capres dan Cawapres nomor urut 02,beserta 17 politikus tersebut sesuai dengan yang tercantum dalam UU No. 19 tahun 2016 dan UU No.1 tahun 1946. (DeWemcf)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS