Prabowo-Sandi Ingin Ganti Visi Misi Bukti Calon Pemimpin Tanpa Komitmen


Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menolak perubahan Visi-Misi dari pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dikarenakan program visi-misi sudah menjadi satu dokumen yang tidak terpisahkan dengan dokumen pencalonan capres-cawapres.

Tahapan dokumen pencalonan capres-cawapres telah berlalu, bahkan sudah dipublikasikan melalui website resmi KPU dan alat peraga.

Ketua, Arief Budiman menjelaskan bahwa dokumen visi, misi, dan program paslon capres-cawapres diserahkan pada saat pendaftaran kandidat bulan Agustus 2018 lalu.

Untuk pelaksanaan debat capres-cawapres nanti, lanjut Arief, KPU meminta kepada panelis untuk menajamkan visi dan misi lewat pertanyaan yang mereka susun.

“Visi-misi yang sudah diserahkan (kepada KPU pada saat pendaftaran capres-cawapres) itulah yang diserahkan ke panelis sebagai bahan untuk menyusun kisi-kisi pertanyaan debat capres nanti,” tambahnya.

Perubahan visi dan misi Prabowo-Sandiaga memperlihatkan ketidaksiapan mereka dalam kontestasi Pilpres 2019, padahal menjadi pemimpin harus memiliki kejelasan visi misi agar mampu membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Prabowo-Sandiaga memperlihatkan bahwa mereka tidak percaya diri dan tidak serius dengan visi dan misinya untuk menghadapi lawan di debat Pilpres 2019.

Dengan direvisinya visi misi Prabowo-Sandiaga, menunjukkan kapasitas keduanya sangat tidak layak sebagai pemimpin sebab tidak berkompeten, tidak berkomitmen dan mudah berubah. (eremcf)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS