Prabowo Berdamai Dengan Jokowi, PA 212: Kami Tidak Lagi Bersama BPN


JAKARTA, TERJITU – Persaudaraan Alumni (PA) 212 telah menegaskan bahwa mereka bukan lagi bagian dari pendukung Prabowo setelah mengetahui adanya perdamaian antara Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo, dan kini menjadi kelompok anti-Jokowi.

“PA 212 sudah kembali kepada khitoh semula, yaitu sudah tidak lagi bersama partai mana pun, juga Prabowo atau BPN (Badan Pemenangan Nasional),” kata juru bicara PA 212 Novel Bamukmin kepada wartawan, Sabtu (13/7).

Novel mengatakan PA 212 akan tetap berada di barisan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab dan akan tetap menunggu arahan dari Rizieq dan ulama.

PA 212 bersikap anti Jokowi lebih kepada permasalahan kepulangan HRS yang sampai saat ini terkendala denda di Arab Saudi akibat overstay. Sebagai anti Jokowi, PA 212 tentu akan menyerang habis-habisan pemerintahan Jokowi bahkan masih akan memprovokasi massa arus bawah.

Seharusnya, PA 212 sudah berakhir dan tidak diperlukan lagi karena arah perjuangannya sudah terbukti hanya untuk kepentingan kelompok bukan umat Islam.

PA 212 saat ini hanya barisan sakit hati, apalagi karena Prabowo lebih memilih berdamai dengan Jokowi. Terlebih HRS sebagai pentolannya tidak bisa dipastikan kapan akan kembali.

Seperti diketahui, Prabowo dan Jokowi bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Mereka juga sempat memberikan keterangan pers terkait pertemuan itu dengan menyerukan persatuan, persaudaraan dan perdamaian.

Prabowo dan Jokowi juga telah sepakat mengakhiri istilah ‘cebong’ dan ‘kampret’ dan bersama mengedepankan persatuan untuk Indonesia untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara.

Tidak ada lagi 01, tidak ada lagi 02, tidak ada lagi namanya cebong, tak ada lagi namanya kampret, yang ada adalah garuda, garuda Pancasila,” kata Jokowi saat bersama dengan Prabowo di stasiun MRT Senayan.

Sekata dengan Jokowi, hal tersebut dipertegas juga oleh Prabowo.

“Sudahlah, tak ada ‘cebong-cebong’, ‘kampret-kampret’, semuanya Merah Putih,” tegas Prabowo.

PA 212 sebagai bagian pendukung Prabowo seharusnya menghargai dan mendukung sikap Prabowo untuk bersatu bersama Pemerintah serta mengakhiri perselisihan. (rene/mcf)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS