Permintaan Titiek Soeharto dan Lieus Sungkharisna agar Rizieq Shihab Dijemput Tak Masuk Akal


JAKARTA, TERJITU – Permintaan Titiek Soeharto dan Lieus Sungkharisna agar Prabowo dan Amien Rais menjemput Rizieq Shihab dari Arab Saudi, adalah tidak masuk akal. Merek beralasan kepulangan Rizieq untuk menciptakan persatuan Indonesia sebagaimana yang diinginkan Presiden Jokowi.

Padahal, Rizieq Shihab-lah yang selama ini membuat Indonesia terpecah belah dengan permainan politisasi isu agama dengan eksklusifitas dan arogansi FPI yang memaksa pemerintah menuruti permintaannya.

“Pak Prabowo dan Pak Amien tak perlu berpikir macam-macam. Cukup mereka bawa pulang Habib Rizieq ke Indonesia dengan selamat. Sebab, saya berkeyakinan hanya Pak Prabowo dan Pak Amien yang paling pas menjemput Habib Rizieq pulang ke Indonesia,” kata Koordinator Rumah Aspirasi Prabowo-Sandi, Lieus Sungkharisma, dalam keterangannya, Sabtu (20/7).

Lieus melalui organisasi yang dipimpinnya, mengaku sudah menyampaikan permintaan tersebut langsung kepada Prabowo dan Amien Rais. Ia menganggap Rizieq sebagai aset bangsa yang harus dihormati.

“Jadi, ini adalah aspirasi masyarakat yang disuarakan melalui Rumah Aspirasi. Karena itulah saya sampaikan permintaan itu pada Pak Amien dan Pak Prabowo,” ujar juga Titiek Soeharto.

Kekalahan Prabowo dalam Pilpres 2019 membuat pendukung berkepentingan memutar otak agar dapat menggalang suara untuk persiapan Pemilu 2024. Sebagai provokator handal dengan jumlah massa besar, Titiek Soeharto dan Lieus Sungkharisna berupaya memulangkan Rizieq Shihab agar dapat kembali membuat kegaduhan politik.

Selain itu, mayoritas pendukung Prabowo dari kelompok radikal dan anti NKRI juga telah kehilangan ruang dengan adanya momentum pertemuan Prabowo dengan Jokowi, sehingga mereka mencari cara agar tetap eksis dengan mendompleng aksi-aksi yang digagas Rizieq.

Baik Prabowo maupun Amien Rais telah memberikan kesempatan dan dukungan kepada Presiden Jokowi untuk bersama-sama membangun Indonesia. Jadi, tanpa memulangkan Rizieq Shihab pun Indonesia diyakini akan tetap bersatu dan maju dengan adanya kritik konstruktif dari Prabowo dan pendukungnya. Bahkan tanpa Rizieq, Indonesia terasa lebih aman dan damai. (kania/mcf)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS