Pemuda Palu Nilai Gerakan #2019GantiPresiden Sebar Ujaran Kebencian


JAKARTA – Kelompok pemuda dari Aliansu Pemuda Sulawesi Tengah (APST) berunjuk rasa di depan Polda Sulteng. Dalam aksinya, mereka menolak gerakan #2019GantiPresiden. Mereka menuntut Polda Sulteng tidak mengeluarkan izin deklarasi gerakan #2019GantiPresiden yang akan dilakukan Neno Warisman cs.

Tampak saat menggelar aksi demo, mereka membakar kaos dan spanduk bertuliskan #2019GantiPresiden. Pembakaran ini sebagai simbol penolakan gerakan sekaligus kedatangan Neno Warisman beserta rekannya di Bumi Tadulako. Mereka juga membagi-bagi selebaran bertuliskan tolak gerakan #2019GantiPresiden kepada penguna jalan yang melintas.

Dedy Irawan, orator aksi ini menyatakan, ada tiga alasan mengapa pihaknya menolak #2019GantiPresiden. Pertama, terkait ideologi. Gerakan itu, kata dia, bertujuan mengganti sistem negara sebagaimana yang banyak terjadi di luar negeri seperti Suriah dan Afganistan.

Kedua, alasan sosiologi, di mana pidato Neno kerap mencerminkan provokasi kepada rakyat agar tak memilih Jokowi dalam Pilpres 2019. Ketiga adalah hukum.

“Dalam #2019Gantipresiden mengandung ujaran kebencian,” kata dia.

Perwakilan Polda Sulteng, AKP Winarto menyatakan, pihaknya tetap berlaku netral, tidak berada dalam satu kelompok manapun. Tapi bila ada kelompok memecah belah NKRI, maka pihaknya berada di garda terdepan.

Aksi penolakan gerakan #2019GantiPresiden juga dilakukan mahasiswa di Tangerang Salatan. Mereka menilai gerakan itu membawa agenda makar.

“Dalam deklarasi tersebut diindikasi telah disusup oleh kelompok beraliran ekstrimis radikal, yang ingin membahayakan NKRI,” kata koordinator aksi, Achdan Mubarol kemarin di Bundaran Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang Selatan.

Sebagai simbol penolakan, peserta aksi membakar poster bergambar logo hastag 2019GantiPresiden. Tiga helai poster dibakar di tengah jalan tempat mereka melakukan aksi.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS