Pemilu Cerdas dari Pemuda Peduli Melawan Hoax


JAKARTA TERJITU – Berita hoax yang beredar menimbulkan ketidak percayaan generasi  terhadap kandidat. Tentunya ini berakibat fatal dengan tumbuh dan maraknya golput dikalangan pemuda. Bayangkan jika masih banyaknya berita bohong, maka semakin banyak masyarakat khususnya pemuda yang dibubuhi ujaran kebencian.

Adanya berita bohong atau hoax dikarenakan  suatu kelompok yang terlalu suka atau fanatik terhadap pilihannya, dan menginginkan pihaknya mendapatkan kemenangan atau keuntungan sehingga menghalalkan cara dengan menjatuhkan lawannya dengan berita hoax yang menimbulkan perpecahan.

Berita bohong memiliki kekuatan untuk mengubah dan memperkuat sikap atau persepsi yang dimiliki para pemuda terhadap suatu hal. Bisa jadi ketidaksetujuan terhadap kebijakan tertentu, orang tertentu, kelompok tertentu, dan sebaliknya.

Sebagai pemuda seharusnya dapat cerdas menanggapi berita. Hoax. Jangan sampai membenarkan berita yang belum jelas sumbernya, hanya karena  sesuai dengan apa yang ia percayai, maka keinginan untuk melakukan pengecekan kebenaran terlebih dahulu menjadi berkurang. Sehingga terprovokasi dengan berita bohong yang masif tersebar di media sosial.

Terdapat bahaya besar yang mampu mengancam bila penyebar berita bohong juga fitnah tidak ditindak tegas. Bahaya besar yang dimaksud dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Pemakaian hoaks dengan muatan isu SARA, harus menjadi kekhawatiran masyarakat agar jangan mau lagi dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. Kemampuan membuat berita bohong yang jauh lebih banyak dan cepat dibanding upaya pencegahan dan pemberantasannya, harus diantisipasi dengan pembekalan literasi digital dan non-digital, sehingga masyarakat mampu membedakan hoax serta tidak mudah dipancing provokasi yang dapat mengobarkan konflik. Untuk itu saatnya kaum pemuda melawan hoax dan gunakan hak pilih dengan cerdas, tolak ajakan Golput dengan tidak termakan isu hoax dan ujaran kebencian, mari sukseskan Pemilu 2019 yang damai dan tetap jaga persatuan bangsa. (jtj)

Oleh: Muhammad Syukri Zam Zami (Netizen Cirebon)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS