Pembangunan di Papua Melesat Setelah Jokowi Rajin Kunjungi Papua


JAKARTA – Presiden Joko Widodo tercatat sebagai Presiden pertama di republik ini yang sering mengunjungi Papua. Kunjungan dilakukan terkait dengan pembangunan infrastruktur di Pulau paling timur itu.

“Hitungan saya, saya sudah sembilan kali ke Papua,” kata Presiden ketika mendengar sambutan Plt Gubernur Papua Sudarmo yang menyebutkan kedatangan Presiden merupakan kunjungannya kedelapan kalinya.

“Sore hari ini hitungan saya, saya sudah sembilan kali ke Papua tapi Pak Gubernur tadi delapan kali yang bener yang mana gak tau saya,” ujar Presiden yang disambut riuh tepuk tangan di Kabupaten Jayapura.

Berdasarkan catatan, Presiden melakukan kunjungan pertama kali ke Tanah Papua pada 27-29 Desember 2014, disusul pada 8-11 Mei 2015, lalu ketiga kalinya pada 29 Desember 2015 hingga 1 Januari 2016, keempat pada 29-30 April 2016, kelima pada 17-18 Oktober 2016, keenam pada 9-10 Mei 2017, ketujuh pada 20-22 Desember 2017, dan kedelapan pada 11-13 April 2018.

Meski hitungn Jokowi sedikit keliru karena kali itu merupakan kunjungan ke delapan kalinya sejak ia menjabat 20 Oktober 2014, tetapi dia menjadi Presiden pertama di Indonesia yang paling sering menginjakkan kaki di Papua.

Agenda Jokowi ke Papua sama dengan kunjungan kerja ke luar kota lainnya yaitu, penyerahan sertifikat tanah, penyerahan Kartu Indonesia Sehat hingga Kartu Indonesia Pintar. Kali ini, dalam kunjungannya ke Papua, Presiden mengawali kunjungannya di Komplek Bupati Gunung Merah, Sentani, Papua, dengan membagikan sebanyak 3.331 sertifikat tanah.

Seperti yang tersiar di sejumlah media massa, Presiden memang dijadwalkan mengunjungi masyarakat suku Asmat untuk meninjau perkembangan pasca KLB campak dan gizi buruk, serta meninjau pembangunan Jembatan Holtekamp.

“Ini [Jembatan Holtekamp] menghubungkan Kota Jayapura, terutama dengan pos lintas batas di Skouw. Jembatan bisa memperpendek jarak dari dulunya 2,5 jam sekarang bisa ditempuh 1 jam,” tutur Jokowi.

Jembatan sepanjang 732 meter ini berada di atas Teluk Youtefa dan menghubungkan Kota Jayapura dengan Distrik Muara Tami di Provinsi Papua. Saat ini, progres pembangunan jembatan sudah mencapai 80% dan diharapkan dapat rampung pada September 2018.

“Ini Jembatan Holtekamp yang kita kalau ingat semua dimulai Mei 2015 dan kita harapkan nanti akhir tahun 2018 sudah selesai dan dengan panjang jembatan 732 meter dan tambah bentangan kanan kiri jalan 7.800 meter. Saya kira ini menjadi jembatan yang paling panjang,” kata Presiden.

Untuk diingat, pembangunan infrastruktur di Papua, melalui trans Papua, merupakan salah satu janji Jokowi ketika masih menjadi Calon Presiden periode 2014-2019. Janji kampanyenya memang tidak muluk karena pembangunan Trans Papua bukanlah sebuah rencana baru karena proyek ini sudah dicanangkan sejak Orde Baru.

Berbelanja

Selain meninjau pembangunan infrastruktur di Papua, Jokowi juga mengunjungi pasar tradisional yang bernama ‘Pasar Mama-mama Papua’ di Kota Jayapura. Kunjungan Jokowi ke pasar tradisional memang selalu menjadi agenda utama ketika menjabat menjadi Presiden sejak 2014.

Hal itu tidak terlepas dari pernyataan Presiden Jokowi bahwa denyut nadi perekonomian daerah salah satunya dapat dilihat dari aktivitas di pasar-pasar rakyat. Sayangnya, dia mengungkapkan masih banyaknya pasar rakyat atau tradisional yang tampak tidak tertata dan terjaga kebersihan serta kualitas bangunannya.

“Sehingga masyarakat atau pelanggan lebih senang datang ke retail modern, ke supermarket, ke pasar modern, ke mall-mall,” kata Jokowi.

Kunjungan Jokowi ke Pasar Mama-mama di Papua ini merupakan kedua kalinya sejak tinjauan perdananya yakni pada 10 Mei 2017. Pembangunan pasar bagi Mama-Mama Papua ini merupakan bagian dari Program Nawacita Jokowi dan komitmen Pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia khususnya para pedagang tradisional.

Groundbreaking pasar ini dilakukan oleh Jokowi pada 30 April 2016. Pasar yang berdiri di atas lahan seluas 2.400 meter persegi ini didesain menjadi pasar semi modern dengan empat lantai ditambah satu lantai mezzanine yang antara lain terdiri dari pasar basah, pasar kering, pasar cinderamata, ruang pelatihan, dan lain-lain.

Dalam setiap kesempatan, Joko Widodo selalu menjadi sumber perhatian. Bukan karena statusnya sebagai seorang Presiden ke-7 saja, tetapi juga soal selera berpakaiannya dan hobinya yang memiliki simbol unik.

Tak terkecuali ketika kunjungannya kali ini ke Papua, Joko Widodo sempat terlihat memakai sepatu sport dengan brand ‘S’ ketika meninjau Jembatan Holtekamp. Pada agenda selanjutnya, Jokowi nekat menembus hujan dengan mengendarai motor listrik saat berkunjung Kabupaten Asmat di Papua. Tampak santai, Ibu Negara Iriana juga terlihat dibonceng Jokowi dengan sepeda motor berwarna merah tersebut.

Kegemaran Jokowi lainnya adalah membagikan hadiah di setiap kunjungannya ke seluruh Indonesia, termasuk di Papua. Entah itu buku tulis, buku pelajaran, buku cerita, atau sebuah kaos yang dibagikan, hal itu membuat puluhan warga rela menunggu dan menyapa rombongan Jokowi di setiap kunjungannya.

Rombongan pelajar dengan seragam khas putih merah juga terlihat berbaris rapi sambil mengibarkan bendera merah putih berharap cemas untuk mendapatkan ‘hadiah kecil’ dari Presiden Jokowi.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS