PDIP Pimpin Elektabilitas Parpol, Bukti Masyarakat Masih Percaya


JAKARTA – Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 tinggal menyisakan beberapa hari lagi. Partai-partai politik berlomba merebut hati rakyat agar dipilih di tempat pemungutan suara nanti. Mereka berharap bisa lolos ke parlemen setelah mengantongi monal empat persen suara sah pemilih nasional sesuai UU Pemilu No 7 Tahun 2017.

Ada 16 partai yang bersaing di pemilu kali ini. Namun hasil survei menunjukkan, tak semua partai politik tersebut bisa lolos ke parlemen. Berikut hasil survei beberapa lembaga terhadap partai politik peserta Pemilu 2019

1. LSI Denny JA: Hanya 5 parpol yang lolos parliamentary threshold
Berdasarkan hasil survei LSI Denny JA yang digelar pada 18-26 Maret 2019, hanya ada lima parpol yang akan lolos ke parlemen pada Pemilu 2019.
Kelima parpol itu adalah PDIP dengan perolehan suara 24,6 persen, Partai Gerindra 13,4 persen, Partai Golkar 11,8 persen, Partai Demokrat 5,9 persen, dan PKB 5,8 persen.

Sedangkan Partai Nasdem, PPP, dan Hanura yang merupakan tiga parpol pendukung paslon nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin, hanya mengantongi suara di bawah 5 persen.

Persentase hasil survei untuk tiga parpol tersebut yaitu Nasdem 2,5 persen, PPP 2,9 persen, dan Partai Hanura 0,9 persen.

2. Survei CSIS: PDIP, Gerindra dan Golkar masih juara
Sementara hasil survei Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang digelar pada 15-22 Maret 2019 memperlihatkan, ada lima parpol dengan perolehan suara terbanyak yaitu PDIP 25,9 persen, Gerindra 13,3 persen, Golkar 9,4 persen, PKB 7 persen, dan Demokrat 5,5 persen.

Sedangkan Partai Nasdem, PPP, Hanura hanya memperoleh suara masing-masing 4,3 persen, 3 persen, dan Hanura 0,8 persen.

Perolehan suara rendah, menurut survei dengan margin of error plus minus 2,21 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen ini, juga harus diterima oleh PAN yang hanya memperoleh dukungan suara 2,5 persen, Perindo 1,1 persen, Hanura 0,8 persen, PSI 0,5 persen, PBB 0,4 persen, PKPI 0,2 persen, Partai Garuda 0,1 persen, dan Partai Berkarya 0,1 persen.

3. Survei Roy Morgan: Gerindra tetap di bawah PDIP

Elektabilitas PDIP juga teratas dari hasil survei sebuah lembaga survei di Australia, yakni Roy Morgan. Tetapi, survei Roy Morgan juga menyatakan penurunan elektabilitas PDIP per April, jika dibandingkan Maret 2019. PDIP memiliki 39 persen suara, dan turun 3,5 persen.

Parpol dengan elektabilitas tertinggi setelah PDIP yakni Partai Gerindra dengan persentase 21 persen. Gerindra dinilai stagnan.

Sedangkan posisi ketiga yaitu Partai Golkar yang mengalami kenaikan 1,5 persen menjadi 7,5 persen.

Kemudian peringkat empat diraih Partai Demokrat 6 persen, dan hasil yang sama bagi PKS di peringkat kelima.

Di bawah partai-partai tersebut terdapat PKB yang hanya memperoleh 4,5 persen, PAN 3,5 persen, PPP 3 persen, Perindo 2 persen, Nasdem dan Garuda 1 persen, dan Hanura 1 persen.

4.Survei Indikator Politik Indonesia: Nasdem, PKS dan PPP lolos parliamentary threshold

PDIP, Gerindra, dan Golkar lagi-lagi menjadi parpol papan atas. Berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, PDIP memperoleh 24,2 persen, Gerindra 11,7 persen, dan Golkar 11,5 persen. Selanjutnya PKB 8,8 persen, dan Demokrat 8,7 persen.

Sementara PKS 6,0 persen, Nasdem 5,7 persen, dan PPP 4,9 persen. Berbeda dengan hasil survei 3 lembaga di atas, hasil survei Indikator Politik Indonesia, menyatakan 3 partai papan tengah ini lolos parliamentary threshold.

Sedangkan parpol tak lolos ambang batas parlemen 4 persen menurut hasil survei ini tercatat ada 8 yaitu Perindo 2,6 persen, PAN 2,2 persen, Hanura 1,3 persen, PSI 1,3 persen, Berkarya 0,8 persen, Garuda 0,2 persen, dan PKPI 0,2 persen.

5.Survei Konsep Indonesia: hanya 4 parpol lolos parliamentary threshold
Terakhir, ada hasil survei dari Konsepindo Research and Consulting (Konsep) Indonesia. Lembaga ini merilis elektabilitas parpol peserta Pemilu 2019 pada Maret 2019 lalu. Konsep Indonesia memprediksi hanya empat parpol lolos parliamentary threshold.

Empat parpol prediksi mereka adalah PDIP 26 persen, Gerindra 12,8 persen, Golkar 9,3 persen, PKB 6,2 persen, dan PKB 6,2 persen. Sedangkan 12 parpol peserta Pemilu 2019 lainnya berada di bawah 4 persen.

Demokrat 3,9 persen, PAN 3,8 persen, Nasdem 3,2 persen, PKS 2,8 persen, PPP 2,2 persen, Hanura 1,2 persen, Perindo 1,2 persen, Berkarya 0,4 persen. Paling kecil terdapat empat parpol yaitu PSI 0,2 persen, Garuda 0,2 persen, PBB 0,1 persen, dan PKPI 01 persen. Lembaga survei ini juga memiliki angka undecided voters (golput) yakni senilai 26,4 persen.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS