PCNU Lumajang Kecewa Atas Tindakan Sandiaga Kibarkan Bendera NU Saat Kampanye


Jakarta – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lumajang dengan tegas melayangkan protes melalui nota keberatan terkait adanya pengibaran bendera NU oleh cawapres 02 Sandiaga Uno saat berkampanye di Lumajang. Pengibaran bendera ini dinilai sebagai bentuk pelecehan kepada Jam’iyah NU, dan menimbulkan gesekan di masyarakat.

“Kami menyampaikan bahwa “Bendera NU’ merupakan kehormatan Jam’iyah Nahdlatul Ulama yang merupakan hasil istikhoroh pada Muassi Jamiyah Nahdlatul Ulama yang mencerminkan nilai-nilai luhur dan harokah perjuangan NU dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara,” ujar Rais NU Lumajang, Husni Zuhri dalam keterangannya, Sabtu (6/4).

Jam’iyah NU memandang bahwa sebuah aspirasi atas hajat politik adalah sebuah hak setiap warga negara. Namun, NU memandang kinerja politik untuk meraih simpati masyarakat harus dilakukan dengan cara bermartabat tanpa menodai lembaga-lembaga, organisasi dan institusi resmi di Republik ini.

Ketua Pengurus Cabang NU Kabupaten Lumajang, Mas’ud menyatakan nota keberatan itu resmi dikeluarkan oleh Pengurus Cabang NU Kabupaten Lumajang.

“Keberatan disampaikan karena bendera NU digunakan untuk aksi kampanye, sekali lagi bendera,” katanya kepada media CNNIndonesia.com, Sabtu (6/4).

Nota Keberatan dengan nomor 209/PC/A.II/L.29/I/2019 yang dikeluarkan oleh PCNU, Sabtu (6/4/2019) berisi 4 point dimana NU memandang bahwa cara untuk menarik simpati masyarakat tidak boleh menodai lembaga, organisasi dan institusi resmi.

 “Kami mewakili segenap keluarga besar NU Kabupaten Lumajang menyampaikan kekecewaan dan nota keberatan yang sangat dalam atas tindakan penyalahgunaan ‘Bendera NU’ tersebut dalam kegiatan kampanye akbar Paslon 02 yang bertempat di Stadion Lumajang pada hari Kamis, 4 April 2019,” penggalan Nota Keberatan.
Tertulis juga di nota keberatan, Bendera NU merupakan kehormatan Jam’iyah NU yang merupakan hasil istikhoroh, dan mencerminkan nilai luhur dan perjuangan NU.
 “Kami menyampaikan bahwa tindakan pengibaran ‘Bendera NU’ dalam kegiatan kampanye politik semacam itu adalah bentuk pelecehan kepada Jam’iyah Nahdlatul Ulama yang dapat menimbulkan gesekan horisontal di tengah masyarakat,” tertulis jelas dalam point ke-4 nota keberatan.
Nota keberatan ditandatangani oleh Rais Pengurus Cabang NU Kabupaten Lumajang Husni Zuhri, Katib Pengurus Cabang NU Kabupaten Lumajang Moh. Darwis, Ketua Pengurus Cabang NU Kabupaten Lumajang Mas’ud, dan Sekretaris Pengurus Cabang NU Kabupaten Lumajang Mughits Naufal.
Atas kejadian tersebut, Mas’ud berharap pihak pasangan capres dan cawapres yang menggunakan bendera NU untuk kampanye segera bertanggung jawab.

“Ketika mereka melakukan kesalahan kode etik menggunakan alat institusi, bagaimana etika ketimuran kita. Mestinya permohonan maaf dan klarifikasi itu sangat penting untuk menjaga ketenangan,” katanya.

Cara untuk menarik simpati masyarakat seharusnya tidak boleh menodai lembaga, organisasi dan institusi resmi. Nota keberatan tersebut tidak hanya ditujukan kepada BPN Prabowo-Sandi, namun kepada semua pihak agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.
Sepertinya, kubu 02 tidak siap untuk kalah. Sandiaga Uno sengaja menggunakan atribut bendera NU dalam kampanyenya di Lumajang Jawa Timur untuk memperkuat eksistensi bahwa pihaknya didukung oleh kaum nahdiyin. Padahal, kondisi ini justru semakin menunjukkan bahwa kubu paslon 02 sedang melakukan berbagai upaya dalam menarik simpati masyarakat setelah sebelumnya selalu gagal dalam menggunakan modus hoax. (anies/mcf)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS