Partai Suka Menipu, Tuding Pemerintah Curang Malah Kader Gerindra Duduk di KPU


JAKARTA – Anggota KPU Tangerang Selatan Ajat Sudradjat mendapatkan sanksi pelanggaran berat oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Ia terbukti menjadi pengurus Gerindra tingkat ranting.

Komisioner KPU Banten Mashudi membenarkan pemberian sanksi pelanggaran berat anggota KPU Tangsel atas nama Ajat Sudradjat oleh DKPP. Saat mendaftar sebagai anggota, ia dilaporkan ke Bawaslu Banten karena berstatus pengurus partai. Ia kemudian terpilih menjadi anggota KPU.

“Oleh Bawaslu diteruskan ke DKPP, proses di sidang kode etik dengan pemeriksaan saksi, bukti keterangan teradu dan pengadu, maka oleh majelis diberi sanksi pelangaran berat,” kata Mashudi, Serang, Banten, Senin (21/1/2019).

Pemberian sanksi pelanggaran berat, katanya tidak memberhentikan jabatan sebagai anggota KPU. Sanksi itu setingkat di bawah pemberhentian.

“Jadi sanksi itu keras sekali, suka tidak suka final dan mengikat” ujarnya.

Atas keputusan ini, ia melanjutkan KPU Banten memberi peringatan ke setiap komisioner KPU Tangsel. Surat peringatan tidak hanya diberikan pada satu orang tapi seluruh jajaran untuk tetap menjaga integritas, berpedoman pada pemilih, jujur, adil, mandiri, dan tertib hukum.

“Kita evaluasi keseluruhan, berupa peringatan ke jajaran penyelenggara sampai ke level terendah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mengawasi KPU dalam Pemilu 2019. Dia mengancam akan menggempur KPU jika ada kecurangan.

“Awas kalau sampai KPU curang, ya, kita, kita gempur bersama-sama. Kita lebih pandai dari pemerintah. Bayangkan, 31 juta daftar (pemilih) bodong, banyak sekali, ini kan nggak masuk akal. KTP elektronik dibuang di tong sampah, di semak, di sawah, kan kurang ajar. Jadi saya memang tidak main-main mengatakan, awas kalau KPU curang dan kita punya bukti saya kira. Kita lindas insyaallah ya. Dan ini kita sudah pikir tak boleh leha-leha tinggal 90 hari lagi,” kata Amien di Seknas Prabowo-Sandiaga, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/1/2019).

Amien mengatakan jika capres cawapres nomor urut 02 menang, syukuran akan langsung digelar. Dia juga mengatakan kemenangan Prabowo bakal membuat Jokowi ‘lumpuh’.

“Insyaallah 17 April tahun ini kira-kira magrib sudah bisa syukuran. Kemudian insyaallah presiden dilantik 20 Oktober. Dari 17 April sampai Oktober itu nanti Pak Jokowi namanya presiden bebek lumpuh. Nggak boleh buat yang macem-macem karena sudah lumpuh. Dan akhrinya perjuangan kita menang kalau dapat izin Allah. Kita berusaha berdoa dan tiap magrib kita pakai bahasa daerah kita mohon pada Alllah dapat presidien yang arah lebih bagus,” kata Amien.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS