Parah! Neno Gunakan Aksi Demo di Bandara Pekanbaru untuk Diskreditkan Aparat Keamanan


JAKARTA – Kelompok #2019GantiPresiden semakin tidak jelas arah politiknya. Seperti yang dilakukan Neno Warisman terhadap aparat keamanan. Ia memprovokasi aparat keamanan yang secara jelas melindungi dirinya dari amukan massa pendemo di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Sabtu (25/8), dengan menyatakan aparat keamanan terlalu berlebihan.

Neno membagi kisah penghadangan dirinya hingga dikembalikan masuk lagi ke bandara lewat video yang kemudian viral. Salah satu yang memviralkan adalah Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon. Fadli yang sedang berada di Tanah Suci, Mekkah, Arab Saudi sebagai pemimpin tim pengawas haji dari DPR itu pun mengaku ditelepon Neno saat sore WIB untuk dikabari soal pengadangan yang dialaminya.

Dalam salah satu video yang diviralkan itu adalah saat Neno dibawa kembali masuk ke dalam bandara. Saat mobil itu berhenti terdengar di sekeliling Neno seperti suara mesin pesawat yang menyala.

“Saya dipaksa pulang naik pesawat. O, begitu mau dipaksa pulang. Ternyata mau dibawa ke sini. Ya, ya tadi mobil ditimpukin dan dipaksa semua orang keluar dari mobil. Dan sekarang dibawa ke dalam bandara. Terus pakai ada senjata semuanya, bapak-bapak bersenjata,” kata Neno dalam video tersebut.

“Ini pakai senjata itu,” sambung Neno mengarahkan kamera ke arah seorang provost yang membawa senjata.

Beberapa saat kemudian terekam keributan saling tarik menarik antara pihak yang mendampingi Neno di Pekanbaru dengan seorang sosok berpakaian batik. Dari celotehan Neno dan sejumlah orang yang berada di dalam mobil itu menyebutkan jabatan Kepala BIN Daerah (Kabinda).

Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan pemulangan Neno Warisman ke Jakarta lewat penerbangan dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, demi menjaga wilayah itu kondusif. “Polisi dan TNI menjaga agar jangan terjadi bentrok antara yang pro dan kontra. Kita menjaga wilayah ini kondusif, kita tentu ingin tidak ingin adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Kombes Pol Sunarto, Minggu (26/8).

Pada Sabtu (25/8) siang hingga sore, kelompok massa melakukan aksi pengadangan menolak kedatangan Neno Warisman di Bandara Pekanbaru yang rencananya melakukan deklarasi #2019GantiPresiden pada hari ini. Selain massa yang menolak Neno, di tempat yang sama muncul massa lain yang mendesak aparat kepolisian membantu membiarkan sang aktivis gerakan tagar itu keluar dari area bandara.

Ketika mengetahui Neno beserta rombongannya telah kembali ke Jakarta, sebagian massa pun bubar. Sementara pihak kepolisian masih berjaga depan gerbang ruas jalan keluar bandara.

Sunarto menerangkan Neno dipulangkan kembali ke Jakarta usai melalui proses negosiasi. “Itu wilayah otoritas bandara, petugas bandara melakukan upaya negosiasi. Proses nego lama, dari sore sampai malam,” ungkapnya.

Terkait apakah pemulangan Neno tersebut karena acara deklarasi #2019GantiPresiden di Pekanbaru tidak diberi izin kepolisian, Sunarto membantahnya.

Menurut dia, awalnya pihak penyelenggara memberi tahu Kepolisian Resor Kota Pekanbaru. Lalu Kepala Polresta Pekanbaru memberi saran agar tidak diberi izin. Kemudian di tengah perjalanan, ketua panitia mengundurkan diri dan mencabut surat izin keramaian. “Posisi kita dalam hal tidak menerima surat,” tuturnya.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS