Pakar Sebut Ekspresi Lesu Sandiaga Saat Dampingi Prabowo Karena Tertekan


JAKARTA – Selama mengikuti Konferensi Pers (konpers) klaim kemenangan Pilpres 2019 oleh Capres Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta pada Kamis (18/4), sikap dan ekspresi Sandiaga Uno keluar dari Base line atau kebiasaanya.

“Sandiaga keluar dari base line. Base line adalah kebiasaan dia. Pertama, dia selalu smile dalam berkomunikasi. Dia sangat santai, gesture sangat natural. Biasanya beliau juga sangat spontan,” ujar Pakar bahasa tubuh dan mikroekspresi, Monica Kumalasari.

Menurutnya, kebiasaan Sandiaga tersebut tidak ditemukan saat dekralasi kemenangan, di mana Prabowo kembali mendeklarasikan kemenangannya versi real count internal Badan Pemenangan Nasional (BPN) dengan perolehan 62%.

Sandiaga justru menampilkan ekspresi sedih, marah, takut dengan sikap tangan ke belakang yang berarti nurut. Ia dalam tekanan berat, bisa karena otoritas Prabowo, tekanan pihak luar yang teribat pendanaan Pilpres atau karena shock hasil Quick Count.

Sementara itu, Pakar Ekspresi, Handoko Gani mengatakan bahwa ekspresi yang ditunjukkan Sandiaga adalah ekspresi ketidaksukaan. Jika Sandiaga sedang sakit, maka ada tanda-tanda lain yang terlihat pada anggota tubuhnya. Sandi memang terlihat batuk dan menutup mulutnya dengan lengan, namun jika hanya batuk, maka wajahnya tidak sampai kucel seperti itu.

Indikasi ketidaksukaan terhadap sesuatu lainnya juga terlihat pada sikap Sandiaga pada momen ketika Prabowo dan orang-orang di sekitarnya mengangkat dan mengepalkan tangan di atas kepala. Sedangkan, Sandiaga terlihat hanya mengangkat tangan setinggi dada. (ag/mcf)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS