OK OCE di Jakarta Pungkiri Janji Modal, Jangan Tergiur Janji Manis Sandiaga


JAKARTA – Warga Kabupaten Kepulauan Seribu, Satimah, mengadu kepada Gubernur DKI Anies Baswedan soal modal usahanya yang tak kunjung dicairkan.

Satimah memanfaatkan kunjungan Anies ke daerahnya untuk mengadu tidak pernah mendapatkan modal sejak bergabung dalam program OK OCE. Saimah memiliki usaha katering di Pulau Pramuka. “Program OK OCE uangnya belum cair Pak,” kata Satimah saat rumahnya dikunjungi Anies, Jumat (22/3/2019).

Anies kemudian menjelaskan keluhan Ibu Satimah keliru, karena sejak awal program OK OCE tidak pernah menjanjikan modal, melainkan pelatihan dan membantu proses perizinan usaha.

“Memang OK OCE tidak ada dana. Justru dia (Satimah) bilang terima kasih. Terima kasih sudah dilatih dengan program OK OCE. Kemudian dengan pelatihan itu, dia sekarang bisa memproduksi katering dengan baik, manajemen dengan baik,” kata Anies.

Anies menyadari usaha ekonomi mikro selalu terhambat pada masalah permodalan, tapi OK OCE tidak menyediakan itu.

“Ekonomi mikro selalu yang menjadi tantangan adalah permodalan, dan program itu kan bukan pencairan modal,” jelasnya.

Untuk diketahui, program OK OCE adalah program inkubasi kewirausahaan yang meliputi 7 tahapan yakni pendaftaran, pelatihan, pendampingan, perizinan, pemasaran, pelaporan keungan, hingga permodalan.

Sebelumnya dalam debat Pilgub pada 15 Desember 2016, Sandiaga menyatakan akan memberikan modal sekaligus pendampingan. Sementara kini, Anies Baswedan menegaskan pihaknya tidak akan memberikan modal kepada pengusaha OK OCE. Tidak sesuai dengan janji kampanye, modal usaha hanyalah janji manis Anies-Sandi untuk sekedar menarik simpati rakyat. Tetapi setelah terpilih, keduanya menghempaskan janji tersebut dan membuat rakyat merasa tertipu.

Lucunya, Sandi menyalahkan bahwa pemberian modal untuk peserta OK-OCE merupakan kekeliruan pemberitaan. Padahal dalam Jakartamajubersama.com, OK-OCE didefinisikan sebagai co-working space yang tidak hanya memberikan ruang fisik, tetapi juga memberikan dukungan modal, akses pasar, dan mentor bagi wirausaha. Namun, tidak ada penjelasan tentang dukungan modal apa yang dimaksud. Jadi kesalahan sesungguhnya ada di Anies-Sandi yang tidak menjelaskan lebih jauh makna dukungan modal. Dasar manusia aneh.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS