Nyinyir Anggaran Intelijen, Fadli Zon Tak Paham Fungsi Badan


JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon selalu bersikap kontraproduktif dan provokatif terhadap pemerintah. Fadli mempertanyakan kinerja Badan Intelijen Negara (BIN) terkait aksi terorisme yang terjadi akhir-akhir ini.

Tanpa berpikir mengenai kewenangan dan payung hukum dari anggaran intelijen, Fadli berkomentar di media mengenai anggaran intelijen yang ada di Polri dan BIN.

“Di dalam Polri juga kan ada intelijen juga, ada biaya juga di dalam pemeliharaan keamanan, ketertiban dan sebagainya kan ada biaya. Kalau tidak salah biayanya itu sampai Rp 9,5 triliun. Intelijen kita juga biayanya, BIN itu kalau tidak salah Rp 5,6 triliun,” kata Fadli di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/5).

Dengan nyinyir Fadli menyebutkan jika Polri dan BIN bisa melakukan tindakan pencegahan aksi terorisme termasuk, mencari tahu jaringan-jaringan teroris yang ada di Indonesia.

Sebagai pejabat pemerintah, Fadli Zon tidak memahami fungsi dan cakupan kerja dari Badan Intelijen dan seolah menyudutkan karena telah terjadi aksi terorisme. Seharusnya Fadli melihat lebih jauh, bahwa pencegahan terorisme tidak hanya terkait masalah anggaran tapi juga payung hukum yang sampai saat ini belum disahkan oleh DPR.

Fadli tidak memahami anggaran dari suatu kementrian atau badan negara termasuk BIN dan BIK Polri sudah melalui proses persetujuan di DPR. Sehingga apabila dalam reasliasinya DPR menganggap tidak maksimal, maka mekanisme sesuaikan sop yaitu rapat dengar pendapat sesuai komisi masing-masing, bukan malah berkoar-koar dimedia. Hal tersebut sangat tidak pantas untuk dilakukan oleh seorang wakil ketua DPR.

Pernyataan Fadli justru mempertanyakan kinerja Fadli. Apakah ia menjalankan tugasnya untuk memastikan bahwa setiap komisi melakukan fungsi kontrol yang melekat terhadap setiap lembaga atau kementerian.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS