NasDem Bermanuver demi Jatah Kursi Menteri


JAKARTA, TERJITU – Demi mendapatkan jatah kursi menteri dalam Kabinet Indonesia Kerja Jilid II, Nasdem melakukan manuver politik untuk meningkatkan nilai tawar di hadapan Presiden Jokowi.

Manuver politik yang dilakukan adalah dengan menggelar rangkaian pertemuan empat Ketum Parpol koalisi Jokowi di kantor DPP Nasdem, dilanjutkan pertemuan dengan Anies Baswedan dan menyatakan akan mendukung Anies pada Pilpres 2024.

Ternyata ini hanyalah manuver gertak sambal untuk mendapatkan perhatian Presiden Jokowi.

Pengamat Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun mengatakan bahwa Partai Nasdem tidak akan memilih opsi menjadi oposisi bagi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, sebab sejak berdiri partai ini adalah bagian dari kekuasaan.

‘Apakah watak oposisi itu dipunyai Nasdem? Saya melihatnya tidak. Nasdem sejak berdiri, dia adalah bagian dari kekuasaan,” ucap Ubedilah ditemui di Padepokan Pencak Silat, Jalan Raya TMII, Jakarta Timur, Jumat (2/8).

Sementara manuver politik yang dilakukan saat ini hanyalah strategi Partai Nasdem agar mendapatkan jatah kursi kabinet lebih banyak dibanding partai lain.

“Itu hanya manuver politik saja untuk meningkatkan nilai tawar di hadapan Jokowi. Sebab, Nasdem memerlukan satu strategi agar mendapatkan kursi kabinet lebih banyak dibandingkan partai lain,” ujarnya.(aqq/mcf)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS