Miris! Prabowo-Sandiaga Mengemis Dana Kampanye ke Pengusaha


Jakarta – Setelah gencar dengan kegiatannya mencari sumbangan kampanye kepada rakyat, pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bertemu dengan sejumlah pengusaha dari aliansi pengusaha nasional untuk mengemis dana kampanye.

Mungkin dana yang didapat dari suar lelah rakyat kecil tidak cukup, padahal keduanya dikenal sebagai sosok yang memiliki latar belakang keluarga yang bercukupan, bahkan memiliki gaya hidup orang kaya. Tapi memang keduanya pandai ber-Sandiwara.

Prabowo-Sandi menghadiri acara Aliansi Pengusaha Nasional di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Kamis (21/3) malam. Dalam kesempatan itu, Prabowo dengan berulang kali melempar guyonan soal sumbangan pengusaha.

Keduanya tanpa malu-malu menodong sumbangan dari para pengusaha. Padahal sudah ngemis dana kampanye ke rakyat sampai membuat rekening khusus yang katanya sudah menerima sumbangan hingga miliaran rupiah, tetapi masih kurang. Jangan-jangan uangnya diselewengkan.

Dalam kesempatan tersebut, Sandi bahkan membandingkan sumbangan dana kampanye yang berasal dari para guru. Ia menyindir seharusnya pengusaha tak mau kalah dengan para guru. Mirisnya, guru-pun dimintai sumbangan.

Prabowo kemudian yang menyebut Sandi kreatif mencari duit dan menyebut kubu mereka sebagai paket hemat.

“Saudara wakil presiden itu tugasmu pertama, tadi saya kurang garis bawahi, tadi kan saya bilang ganteng, mapan, tapi bukan ganteng, mapan saja, kreatif mencari duit,” ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan kalau para pengusaha memiliki pendapatan yang lebih banyak namun jarang ada yang mengakui secara terang-terangan. Pasalnya, banyak pengusaha yang takut membayar pajak.

“Pengusaha ini sebetulnya kalau punya duit dia selalu pura pura enggak punya duit, karena lo orang takut sama pajak,” kata Prabowo.

“Kalau pelaku politik tidak punya uang pura pura dia punya uang, kalau enggak enggak ada yang mau ikut. Tapi kita enggak mau bohong kita ini mengakui paket hemat.” katanya.

Pada kenyataanya, Sandi hanya dimanfaatkan Prabowo untuk meminta-minta uang dari para pendukungnya, dan nantinya Sandi hanya diberi tugas remeh dibanding tugas strategis ketika menjadi wakil presiden.

Dalam pidatonya Prabowo selalu membahas soal uang dan sumbangan, jangan-jangan yang ada dipikirannya hanya uang. Bagaimana nanti jika ia terpilih menjadi Presiden? Jangan-jangan hanya ingin mencari uang yang banyak dari jabatannya untuk membayar utang perusahaannya yang belum lunas. (dewi/mcf)

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS