Menhan: Penanganan Teroris Harus Keras, Jangan Sedikit-sedikit HAM


JAKARTA – Pemerintah meminta masyarakat bersatu melawan terorisme. Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menilai terorisme ancaman nyata dan serius bagi keamanan negara.

Oleh sebab itu, Menhan menyatakan, penanganan terorisme tidak bisa menggunakan langkah biasa saja. “Harus keras kita melawan kekerasan itu (terorisme), jangan sedikit-sedikit HAM, sedikit-sedikit HAM,” kata Ryamizard di Jakarta, Senin (14/5).

Menhan menjelaskan, pelaku teror belakangan ini adalah teroris generasi ketiga. Teroris tersebut merupakan milisi-milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang pernah berperang di Suriah. Mereka kembali ke Tanah Air pasca kekalahan ISIS.

Ryamizard menuturkan, untuk generasi pertama adalah teroris pasca tragedi 11 September 2001. Sementara generasi kedua yakni para teroris ISIS. Generasi ketiga yang merupakan para milisi pulang kampung adalah kelompok yang mengakui terbentuknya ISIS di Asia Tenggara.

“Dua tahun lalu saya buat trilateral (dengan Malaysia dan Filipina) untuk melokalisir (teroris di Asia Tenggara),” ujarnya.

Menhan menambahkan aksi teror di Indonesia merupakan perintah dari pimpinan ISIS di timur tengah. Dalam perintah itu disebutkan basis ISIS di Marawi akan dipindahkan ke Indonesia.

“Artinya mereka sudah persiapan benar-benar matang, matang harus jadi. Ini perintah ini. Mudah-mudahan kita enggak biasa-biasa lagi tetapi luar biasa (menanganinya),” tuturnya.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS