Megawati Sebut Politik Lingkungan PDIP yang Membumi Dirasakan Rakyat Indonesia


JAKARTA – Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri menuturkan aktivitas politiknya sejak awal bergabung ke PDI hingga menjadi Ketua umum PDI Perjuangan. Ia mengatakan, politik sesungguhnya bukanlah sebatas pertarungan dalam Pemilu maupun Pilpres yang sekarang sedang hangat mengingat hari Pencoblosan Pemilu serentak 2019 makin dekat. Tetapi, politik seperti dijelaskanan dalam berbagai literatur, merupakan seni untuk memperoleh kekuasaan, tentunya dengan cara-cara demokratis.

Seni berpolitik sebenarnya juga bisa membumi, jika para elite dan kader menyadari betapa kehidupan di masyarakat dapat dibangun dengan santun dan penuh tanggungjawab, baik tanggungjawab pada diri sendiri, masyarakat, dan yang paling esensial, tanggungjawab pada bangsa dan negara.

Kini, Megawati Soekarnoputri menjadi suluh bagi para pimpinan dan kader PDIP dan juga kader-kader serta pimpinan partai lain yang mau mengambil pelajaran dari kehidupan politik Megawati yang terjal, tetapi konsisten membangun tradisi politik demokratis yang menghormati hukum.

Bagaimana Megawati mampu menjelankan peran sebagai tokoh dan pimpinan partai di tengah gelombang dan perubahan sosial yang cepat, beberapa kali rezim yang berbeda-beda, ternyata rahasianya sederhana dan mungkin tak banyak yang melakukannya.

Dalam kunjungan ke Kebun Raya Kuningan, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kuningan, Jawa Barat, Kamis (4/4/2019), Megawati Soekarnoputri mengungkap rahasianya, mengapa politik itu menarik, penuh seni kehidupan, dan bertanggung jawab pada masa depan bangsa dan negara.

“Sejak kecil, saya gemar dengan tanaman, demikian halnya Bapak saya, Bung Karno.”

“Hijaunya Padang Arafah, Arab Saudi, tidak terlepas dari perhatian besar Bung Karno yang begitu bangga dengan kekayaan flora dan fauna Indonesia Raya,ungkap Megawati.

Kemudian, Megawati tanamkan rasa cinta terhadap tanaman kepada masyarakat Indonesia dan khususnya kader-kader PDI Perjuangan. Itu bukan sekedar hobi, namun sebagai tanggung jawab masa depan.

“Karena itulah, di PDI Perjuangan saya tanamkan kultur mencintai bumi dan penghidupan itu melalui tanaman”, ujar Megawati di Kebun Raya Kuningan.

Agar ‘politik lingkungan PDIP’ ini dapat membumi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di seluruh Indonesia, Megawati memerintahkan setiap Kepala Daerah dari PDI Perjuangan didorong untuk membangun kebun raya di daerahnya.
Megawati Soekarnoputri di saat di kebun raya Kuningan.
Megawati Soekarnoputri di saat di kebun raya Kuningan. (Warta Kota/Istimewa)

“Saya memilki koleksi tanaman dimulai dari tanaman untuk keperluan obat-obatan, angrek, koleksi bambu dari seluruh pelosok nusantara, koleksi umbi-umbian, hingga tanaman keras, dan juga berbagai koleksi tanaman dari luar negeri, yang tentu saja memiliki manfaat dan kesesuaian untuk dikembangkan,” kata Megawati.

Sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan dan sebagai pribadi yang sangat mencintai lingkungan, Megawati mengharapkan budidaya tumbuh-tumbuhan endemik Indonesia dan luar negeri diteliti dengan baik.

Menurut dia, sejauh ini, anggaran penelitian tentang hal tersebut masih sangat kecil. Meski begitu, masalah anggaran dapat diakali dengan meminta pengusaha agar membuatkan lahan perkebunan.

Salah satunya dengan membiarkan pengusaha-pengusaha menggunakan namanya di lahan perkebunan.

“Ada Rumah Anggrek Bogor itu dari kami,” ujar Megawati.

Megawati mengaku pernah mengembangbiakkan bunga sakura dari Jepang di Indonesia. Tanaman itu ditaruhnya di sekitar Cibodas. Ia lantas mendorong kepada kadernya yang menjadi kepala daerah untuk membuatkan kebun raya. Semangat itu ditanamkannya agar kehidupan berbangsa ini tidak melulu tentang pekerjaan dan politik.

Sementara itu, Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto yang melihat secara langsung bagaimana seluruh kontemplasi politik Megawati Soekarnoputri melalui hobinya bercocok tanam.

Hasto Kristiyanto menambahkan, PDI Perjuangan semakin sadar bagaimana politik itu membumi, menyentuh hal yang elementer terkait dengan cabai, sayur-sayuran, dan komitmen melestarikan bumi.

“Di Partai kami, apa yang menjadi hobby Ibu Megawati terkait tanaman, bumbu-bumbuan, dan mencintai kuliner nusantara, kami jadikan sebagai kultur organisasi kepartaian.”

“Sebab, bicara tentang tanaman, sumber makanan, daya cita rasa bumbu nusantara, juga berbicara tentang capaian kebudayaan Indonesia.

Hasto Kristiyanto mengungkapkan, Megawati sangat prihatin karena perhatian anak-anak muda di bidang pertanian sangat kurang. Padahal, sektor pertanian sangat menjanjikan penghidupan yang layak, selama dilakukan dengan totalitas dan penuh keahlian.

“Pemerintahan Pak Jokowi ke depan akan semakin memberikan perhatian yang begitu besar pada SDM dan kegiatan penelitian hulu ke hilir, dari penelitian benih unggul, kultur jaringan, hingga penanaman, proses produksi pasca panen, pengolahan produk dan pemasaran,” katanya.

“Jadi, Politik Kontemplasi PDIP dibangun dengan tradisi menanam, politik cinta lingkungan, investasi masa depan. Kesemuanya membangun tradisi politik penyegaran diri melalui kontemplasi,” ujarnya.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS