Ma’ruf Amin: Khilafah Jangan Dibawa dalam Dakwah


JAKARTA – Wakil Presiden sekaligus Ketua MUI nonaktif Ma’ruf Amin mengimbau para Dai tidak menyampaikan pesan berbau khilafah dalam setiap dakwahnya. Hal tersebut disampaikannya saat membuka rakor Rakor Dakwah MUI di Hotel Sahid, Jakarta.

“NKRI itu sudah disepakati, jangan dibahas lagi. Negara kita republik NKRI, jangan dibawa yang lain lagi apalagi dalam dakwah, misalnya khilafah itu jangan dibawa dalam dakwah,” kata Ma’ruf, Senin (2/12).

Ma’ruf Amin menjelaskan, banyak negara-negara Islam memiliki sistem pemerintahan yang berbeda-beda. Menurutnya, negara-negara itu tetap islami, meski mereka tak menganut sistem khilafah.

“Apa khilafah enggak islami? Islami. Dulu ada Abbasiyah, Utsmani (Turki), diterima pada ulama masa itu, tapi tak berarti islami (itu) adalah khilafah,” ucap Ma’ruf.

“Kerajaan Saudi, islami, kerajaan tapi islami. Begitu juga di Yordania, itu juga kerajaan. Kuwait, Abu Dhabi, Emirat, Qatar, itu Emirat berarti keamiran itu islami. Ulama-ulama di Emirat di Qatar di Kuwait menerima itu,” imbuhnya.

Dari banyak negara tersebut, Ma’ruf juga menyebut Indonesia dan Mesir. Meski tidak menganut sistem khilafah, tetapi kedua negara ini tetap dianggap islami.

“Republik juga islami, selain Indonesia, Mesir. Di Mesir banyak ulama. Pakistan, negara Islam, republik Islam. Di Turki juga islami, republik juga,” ujar dia.

Ma’ruf Amin tak menampik dulu pernah ada konsep khilafah. Namun, kini konsep tersebut sudah dianggap usang. Apalagi, saat ini konsep khilafah sudah tidak diterima di Indonesia.
“Pertanyaannya kenapa kalau khilafah ditolak di Indonesia? Saya bilang tidak ditolak, tapi tertolak,” tutup Ma’ruf disambut tepuk tangan hadirin.

You may also like

DON'T MISS