Mardani Provokator Pakai Klakson sebagai Media Curi Start Kampanye Pilpres


JAKARTA – Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera kembali membuat gerakan provokatif. Gerakan ini menunjukkan kelompok oposisi bertingkah serampangan tanpa kejelasan arah.

Mardani menyebut ide gerakan membunyikan klakson tiga kali saat melihat spanduk bertuliskan #2019GantiPresiden selama mudik lebaran Idul Fitri 1439 Hijiriah. Ia mengklaim, gerakan itu merupakan transformasi kampanye yang ekspresif dan inovatif.

Sebuah ide yang aneh dan tidak ada unsur inovatif. Gerakan ini sangat tidak tepat karena pada periode mudik Lebaran 2018 dan belum memasuki waktu kampanye Pilpres 2019. Hal itu bukan pendidikan politik yang benar karena semakin menguatkan polarisasi di tengah masyarakat yang berpotensi menimbulkan perpecahan akibat preferensi politik.

Sebagai politisi, Mardani seharusnya menyampaikan secara santun untuk dukungan terhadap calon politik tertentu. Cara yang dilakukan harus santun dan tidak provokatif karena hal tersebut bersifat personal dan tidak boleh mengintimidasi pihak lain yang memiliki pandangan politik berbeda.

Mardani juga harus memahami jika membunyikan klakson diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 pasal 285 ayat satu, sehingga tidak dapat dilakukan seenaknya hanya untuk kepentingan politik. Sebagai anggota DPR seharusnya Mardani Ali Sera memahami hal tersebut dan memberikan pendidikan kepada masyarakat untuk hidup tertib dan mendahulukan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi atau golongan, bukan justru menginisiasi gerakan klakson tiga kali saat melihat spanduk #2019GantiPresiden.

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may also like

DON'T MISS